Alih-alih mengejar Barcelona di puncak klasemen, skuat asuhan Alvaro Arbeloa justru terjebak dalam drama kartu merah dan kegagalan penyelesaian akhir yang memalukan di depan publik sendiri.
Dikutip dari laporan BBC Sport, Real Madrid kini tertahan dengan selisih empat poin di belakang Barcelona setelah melakoni 26 pertandingan.
Kekalahan 0-1 ini terasa kian getir karena terjadi di kandang sendiri, di mana dominasi penguasaan bola hingga 77,2 persen ternyata tak cukup untuk menembus pertahanan baja Getafe.
Petaka bagi Madrid dimulai pada menit ke-39 ketika Martin Satriano melepaskan tendangan voli spektakuler yang menghujam pojok atas gawang Thibaut Courtois.
Gol tersebut bermula dari asis Mauro Arambarri yang sukses membungkam 65.104 penonton yang memadati stadion.
Madrid yang tampil tanpa Kylian Mbappe karena cedera ligamen lutut tampak frustrasi sepanjang laga.
Peluang emas lewat Vinicius Jr gagal berbuah hasil setelah dimentahkan kiper Getafe David Soria, yang tampil bak pahlawan dengan tujuh penyelamatan krusial.
Ketegangan mencapai puncaknya di masa injury time. Pemain muda Madrid, Franco Mastantuono, diusir wasit setelah menerima kartu merah langsung akibat melontarkan kata-kata kasar kepada wasit Alejandro Muniz Ruiz di menit ke-90+5.
Tak lama berselang, pemain Getafe Adrian Liso juga harus keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua karena dianggap mengulur waktu.
Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi Arbeloa, yang kini tercatat telah menelan empat kekalahan dari 12 laga masa kepemimpinannya.
Dengan absennya Jude Bellingham dan Mbappe, Real Madrid harus segera berbenah sebelum menghadapi Celta Vigo Jumat mendatang jika tidak ingin terperosok lebih dalam di kancah La Liga.
Editor : Marthadi