LombokPost - Pernyataan mengejutkan datang dari Marc Marquez usai MotoGP Amerika Serikat 2026. Juara dunia bertahan itu menyebut hanya Marco Bezzecchi yang saat ini berpotensi mengalahkannya.
Balapan di Grand Prix Amerika Serikat menjadi momen penting bagi Marc Marquez. Meski tidak menang, ia akhirnya mampu menyelesaikan balapan penuh sejak GP Jepang 2025—momen saat dirinya meraih gelar juara dunia ketujuh.
Start dari posisi keenam, Marquez harus menjalani Long Lap Penalty akibat insiden dengan Fabio Di Giannantonio di Sprint. Hukuman itu membuatnya tercecer hingga posisi ke-11. Namun, Marc Marquez menunjukkan mental juara dengan melakukan comeback impresif hingga finis kelima di MotoGP Amerika Serikat.
Baca Juga: Nyaris Podium! Ai Ogura Gagal Finis di MotoGP Amerika Serikat 2026, Trackhouse Bongkar Masalah Mesin
"Keluar dari krisis berarti menghindari masalah dan melepaskan diri darinya, tetapi kemarin saya mendatangkan masalah pada diri saya sendiri, dan hari ini saya membayar mahal untuk itu. Di MotoGP, untuk melepaskan diri dari rombongan, Anda harus sabar, terutama di beberapa lap pertama," tutur pembalap kelahiran Cervera itu.
Di tengah perjuangannya, Marquez mengakui masih ada kelemahan, terutama di awal balapan. Ia juga menyoroti bagaimana kondisi fisik dan performa motor Ducati masih menjadi tantangan besar di musim ini.
"Seiring berjalannya balapan dan ban aus, pengendalian motor membaik, dan saya tidak perlu menggunakan banyak tenaga. Ini membuat motor lebih nyaman dikendarai, dan saya mampu melakukan comeback," bebernya.
Dalam analisisnya, Marc Marquez juga menyoroti peningkatan performa Aprilia yang dinilai melampaui Ducati musim ini. Bahkan, ia secara terang-terangan mengakui keunggulan rivalnya, Marco Bezzecchi, yang kini memimpin klasemen MotoGP.
"Masalahnya berasal dari pabrikan lain. Kami jelas telah membuat kemajuan dibandingkan tahun lalu. Saya rasa begitu. Kami lebih cepat di hampir setiap trek yang kami kunjungi sejauh ini, baik dalam hal catatan waktu tercepat maupun kecepatan balapan (race pace), namun Aprilia telah melangkah lebih jauh," ujarnya.
Puncaknya, Marquez melontarkan pernyataan tegas soal rival terkuatnya saat ini.
"Saya pikir bahkan perubahan kecil pun dapat meningkatkan kepercayaan diri para pembalap, membebaskan mereka di atas motor, dan meningkatkan catatan waktu mereka. Mari kita lihat apakah kami dapat melangkah maju di Jerez dan secara bertahap memperbaiki situasi. Dalam hal kecepatan murni, kami tidak terlalu buruk, tetapi kami kurang konsisten," ungkapnya.
"Kejuaraan? Baru tiga balapan yang digelar. Jika Anda mengecualikan saya dari awal, itu masalah besar. Saya harus terus berjuang. Masih banyak poin yang bisa diraih, dan masih banyak balapan tersisa," tambahnya.
"Seperti yang kita lihat kemarin, saya melakukan kesalahan, dan Marco Bezzecchi juga melakukan kesalahan di balapan yang sama. Saya yakin saya akan melakukan lebih banyak kesalahan. Jika saya melakukan kesalahan, Bezzecchi juga akan melakukan kesalahan," jelasnya.
"Masalahnya adalah orang yang memimpin memiliki keuntungan dan kesalahannya dimaafkan. Saya memimpin setiap lap dalam setiap balapan pada hari Minggu. Saya dalam performa terbaik. Dia satu-satunya yang berpotensi mengalahkan saya saat ini. Kami hanya bisa menang," pungkasnya.
Saat ini, Marc Marquez berada di posisi kelima klasemen MotoGP dengan 45 poin, tertinggal dari Marco Bezzecchi yang memimpin. Dengan persaingan yang semakin ketat, duel Marc Marquez vs Marco Bezzecchi diprediksi akan menjadi cerita utama MotoGP musim ini, termasuk saat seri berikutnya di Jerez. Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan persaingan MotoGP 2026 dipastikan semakin panas.
Editor : Rury Anjas Andita