LombokPost - Carlos Alcaraz tak ingin larut dalam kekecewaan usai tersingkir lebih awal di Miami. Menatap turnamen Monte-Carlo Masters, petenis nomor satu dunia itu langsung kembali ke kampung halamannya di Murcia untuk mempersiapkan diri.
Petenis berusia 22 tahun tersebut mengasah performanya bersama kompatriot muda, Martin Landaluce. Keduanya menjalani sesi latihan intens di Real Murcia Club de Tenis, memadukan latihan fisik dan teknik dengan suasana akrab yang mencerminkan hubungan dekat mereka.
Kedekatan itu bukan hal baru. Landaluce, yang merupakan binaan Rafa Nadal Academy by Movistar, sebelumnya mengakui peran besar Alcaraz dalam perkembangan kariernya. Bimbingan dari sang senior disebut sangat membantu proses kebangkitannya di level ATP.
Performa Landaluce pun mulai menunjukkan hasil. Pekan lalu di Miami, petenis 20 tahun itu mencatat pencapaian terbaik dalam kariernya dengan menembus perempat final ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya. Ia bahkan menjadi pemain pertama kelahiran 2006 yang mampu mencapai fase tersebut. Saat ini, Landaluce berada di peringkat 106 dunia dan semakin dekat menembus 100 besar.
Sementara itu, Alcaraz datang ke Monte-Carlo dengan status juara bertahan sekaligus unggulan teratas. Namun, tekanannya tidak ringan. Ia wajib melangkah setidaknya hingga perempat final jika ingin mempertahankan posisi puncak dunia dari ancaman Jannik Sinner.
Di babak awal Monte-Carlo, Alcaraz berpotensi menghadapi Sebastian Baez atau legenda Swiss Stan Wawrinka. Sementara itu, Sinner akan memulai langkahnya melawan Moise Kouame atau Ugo Humbert.
Sepanjang musim 2026, Alcaraz tampil impresif dengan rekor 17-2. Ia bahkan telah menorehkan sejarah dengan menuntaskan Career Grand Slam usai menjuarai Australian Open, serta menambah koleksi gelarnya lewat turnamen ATP 500 di Doha.
Editor : Rury Anjas Andita