LombokPost - Performa Aprilia Racing di MotoGP 2026 benar-benar mencuri perhatian. Pabrikan asal Noale itu tampil luar biasa dengan deretan rekor dan statistik impresif hanya dalam tiga seri awal musim.
Duet pembalap Marco Bezzecchi dan Jorge Martin bahkan sukses membawa Aprilia memimpin klasemen sementara dengan posisi 1-2—sebuah pencapaian langka dalam sejarah mereka.
Secara statistik, Aprilia telah mengoleksi 158 poin pada awal musim 2026. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak format Sprint diperkenalkan pada 2023, sekaligus menegaskan lonjakan performa signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
Dominasi Aprilia makin terlihat lewat performa Bezzecchi. Pembalap Italia itu tidak hanya meraih lima kemenangan Grand Prix secara beruntun, tetapi juga memimpin seluruh lap dalam periode tersebut, mencatatkan total 121 lap terdepan—rekor baru di era modern MotoGP.
Sementara itu, Martin juga memberikan kontribusi besar dengan mencatat podium beruntun. Hasil tersebut menjadi bagian dari total 39 podium Aprilia di MotoGP, dengan 34 di antaranya diraih sejak 2021—menandakan era keemasan baru bagi pabrikan Italia tersebut.
Dari sisi kemenangan, Aprilia kini telah mengoleksi 11 kemenangan Grand Prix sepanjang sejarah MotoGP. Mereka pun mulai memburu catatan pabrikan legendaris lain seperti Norton yang memiliki 21 kemenangan.
Baca Juga: Marco Bezzecchi dan Luca Marini Kena Penalti Turun Grid di MotoGP Amerika Serikat 2026
Tak hanya itu, Aprilia juga masuk dalam daftar elite sebagai pabrikan ketujuh yang mampu meraih lima kemenangan beruntun, sejajar dengan raksasa seperti Honda, Ducati, Yamaha, Suzuki, MV Agusta, dan Gilera.
Konsistensi juga terlihat dari hasil kualifikasi. Dalam lima Grand Prix terakhir, setidaknya satu pembalap Aprilia selalu berada dari baris depan. Bahkan kemenangan terbaru diraih meski harus berada dari posisi keempat—menunjukkan daya saing motor RS-GP di berbagai kondisi.
Catatan lain yang tak kalah menarik adalah empat lap tercepat beruntun di balapan utama yang diraih pembalap Aprilia, termasuk kontribusi rookie Ai Ogura yang mencetak sejarah sebagai pembalap Jepang pertama dalam 22 tahun yang meraih fastest lap dengan motor non-Jepang.
Aprilia juga mencatat finis 1-2 dalam dua Grand Prix berturut-turut—yang pertama dalam sejarah mereka—serta memperkuat dominasi di klasemen Kejuaraan Dunia.
Dengan tren performa seperti ini, Aprilia kini menjadi ancaman utama di MotoGP 2026. Tantangan berikutnya akan hadir di Jerez, sirkuit yang selama ini didominasi Ducati Lenovo Team sejak 2021.
Namun, melihat performa Aprilia musim ini, bukan tidak mungkin dominasi tersebut akan segera berakhir.
Editor : Rury Anjas Andita