Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sirkuit Mandalika Siap Gelar GT World Challenge Asia 2026, MGPA Sentil Pemda Soal Investasi!

Lestari Dewi • Selasa, 28 April 2026 | 20:28 WIB
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria (kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan. (DEWI/LOMBOK POST)
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria (kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan. (DEWI/LOMBOK POST)

 

 

LombokPost- Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika telah mematangkan seluruh aspek teknis menjelang perhelatan GT World Challenge Asia* (GTWCA) 2026, 1–3 Mei mendatang. Namun, di balik kesiapan infrastruktur yang kini mencapai 100 persen, terselip kegelisahan mengenai sejauh mana pemerintah daerah mampu menangkap peluang emas di balik ajang ini.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, menegaskan bahwa secara operasional, Mandalika sudah sangat siap. Keberhasilan penyelenggaraan Mandalika Racing Series (MRS) Round 1 pekan lalu menjadi bukti valid bahwa sistem kelistrikan, digital track, lap panel, hingga perangkat keselamatan seperti race control dan timing dalam kondisi prima.

”Dari lintasan hingga sirkuitnya sendiri tidak masalah. Lampunya hidup, digital track hidup, kesiapan bendera sudah diperiksa. Jadi yang berhubungan dengan race tidak ada masalah,” ujar Priandhi usai konferensi pers, Selasa (28/4).

Meski urusan balapan dipastikan mulus, Priandhi memberikan "sentilan" cukup tajam bagi pemerintah daerah. Ia menyoroti profil peserta GTWCA yang didominasi gentleman driver. Mereka bukan sekadar atlet, melainkan para pebisnis kelas kakap dari berbagai belahan dunia yang memiliki kekuatan finansial besar.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Siap Hentak GT World Challenge Asia 2026, Sean Gelael dan Deretan Mobil Mewah Siap Gaspol!

Priandhi mempertanyakan sikap pemda dalam menyambut kehadiran para taipan ini. Baginya, sangat disayangkan jika kehadiran puluhan pebisnis mancanegara yang rela mengeluarkan biaya mandiri untuk datang ke Lombok, hanya dibiarkan datang dan pergi tanpa ada upaya pendekatan strategis dari pemerintah daerah.

”Mereka ini adalah gentleman driver, pebisnis kelas dunia yang datang jauh-jauh dengan biaya sendiri yang tidak sedikit. Apakah mereka akan dibiarkan begitu saja atau seperti apa? Ini peluang besar,” tegasnya.

Kritik ini seolah menjadi pengingat agar Pemprov NTB dan Pemkab Loteng tidak hanya menjadi penonton atau terpaku pada urusan seremonial semata. 

Baca Juga: Tiket GT World Challenge Asia 2026 Mulai Rp 50 Ribu, MGPA Hadirkan Konsep Festival di Sirkuit Mandalika

Kehadiran para pebisnis di paddock GTWCA seharusnya menjadi momentum bagi daerah untuk melakukan jemput bola, baik itu melalui promosi potensi investasi lokal maupun jamuan strategis yang bisa membuka keran kerja sama ekonomi di masa depan.

Kini bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Jika peluang ini kembali diabaikan, maka gelaran internasional di Mandalika dikhawatirkan hanya akan menjadi panggung megah tanpa dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bumi Gora.

Editor : Pujo Nugroho
#GT World Challenge Asia 2026 #Sirkuit Mandalika #Pemkab Loteng #MGPA #Mandalika