LombokPost-Deru mesin mobil balap kini tak lagi didominasi kaum adam di lintasan Sirkuit Internasional Mandalika.
Ajang bertajuk Krida Agya Kartini Race 2026 resmi dimulai, Jumat (1/5). Hasilnya, pembalap Clio Tjonnadi sukses menunjukkan taringnya dengan menjadi yang tercepat dalam sesi official practice.
Clio tampil sangat impresif di lintasan sepanjang 4,31 kilometer tersebut. Ia membukukan catatan waktu terbaik 2 menit 14,910 detik.
Tak hanya unggul soal durasi lap, Clio juga mencatatkan kecepatan puncak (top speed) mencapai 139,5 km/jam.
Baca Juga: Vivit Fariana dan Patricia Revalina Purnomo: Ibu dan Anak yang Tampil di Mandalika Kartini Race 2026
Persaingan di papan atas terbilang sengit.
Clio hanya unggul tipis dari pembalap kawakan Alinka Hardianti yang menempati posisi kedua dengan waktu 2 menit 15,474 detik.
Sementara itu, sosok yang menjadi magnet di ajang ini, Alexandra Asmasoebrata, harus puas di posisi ketiga dengan torehan 2 menit 17,109 detik.
Kejutan terjadi pada pembalap yang sempat mendominasi sesi shakedown sehari sebelumnya, Audya Anjani.
Jika sebelumnya ia menjadi yang tercepat, pada sesi latihan resmi kali ini performanya melorot ke posisi keempat dengan waktu 2 menit 22,132 detik.
Baca Juga: Mandalika Kartini Race 2026: Audya Anjani, Pembalap Perempuan Asal Lombok Siap Berikan Kejutan
Ada yang unik dalam gelaran kali ini. Delapan unit mobil Toyota Agya yang digunakan para srikandi balap tersebut tampil dengan gaya yang sangat "wanita".
Tidak hanya soal warna yang lembut, setiap mobil mengusung misi promosi destinasi wisata unggulan Indonesia melalui livery atau stiker bodi yang berbeda-beda.
"Setiap kendaraan pada bagian kap mesin dan bagasi memiliki livery destinasi wisata. Ada Golo Mori, The Mandalika, Candi Prambanan, Candi Borobudur, hingga Sarinah," terang Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria.
Priandhi menjelaskan, Krida Agya Kartini Race merupakan buah kolaborasi antara MGPA dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI), khususnya divisi Women in Motorsport (WIM). Ajang ini sengaja digelar untuk memperingati Hari Kartini dan merayakan semangat emansipasi wanita di dunia balap.
"Kami memanfaatkan unit Agya yang tidak terpakai di putaran pertama ini untuk dijadikan ajang khusus pembalap wanita. Ini adalah simbol kebangkitan talenta perempuan di dunia motorsport Indonesia," tambahnya.
Secara keseluruhan, sesi official practice diikuti oleh delapan pembalap dengan total tempuh mencapai 51 lap atau setara 219,81 km. Meski sempat diwarnai pengibaran bendera merah (red flag) yang memaksa sesi berhenti sejenak, jalannya latihan tetap berlangsung kondusif.
Di posisi menengah, pembalap Ine Rosdiana dari Cargloss Motorsport menempati urutan kelima dengan waktu 2 menit 26,121 detik. Disusul oleh Patricia Revalina dan Vivit Fariana dari tim Putkar Reborn, serta Belove Athaya dari WIM yang melengkapi daftar pembalap di posisi kedelapan.
Event yang menjadi rangkaian pendukung GT World Challenge Asia ini akan terus berlangsung hingga Minggu (3/5).
Kehadiran para pembalap wanita ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi pariwisata di KEK Mandalika sekaligus melahirkan bibit-bibit pembalap wanita yang siap bersaing di kancah internasional.
Editor : Kimda Farida