LombokPost - Di tengah gempuran tren olahraga baru seperti mini soccer hingga padel, eksistensi bulu tangkis di NTB terbukti tetap kokoh di hati masyarakat.
Fenomena kejuaraan antar selebriti belakangan ini memang sempat memicu lonjakan antusiasme masyarakat untuk turun ke lapangan.
Meski ada yang hanya sekadar mengikuti tren, Pengprov PBSI NTB melihat bulu tangkis memiliki nilai lebih yang tak dimiliki olahraga lain yakni akar yang kuat dan jenjang karier dunia yang menjanjikan bagi para atlet bulu tangkis NTB.
Baca Juga: Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Berprestasi Jadi Tantangan, Berharap Dukungan Pemerintah dan PBSI
Ketua Pengprov PBSI NTB Alfian Eikman melalui jajarannya menegaskan bahwa bulu tangkis bukan sekadar hobi, melainkan investasi masa depan. Berbeda dengan olahraga musiman, prestasi bulu tangkis Indonesia yang sudah mendunia menjadi pemacu utama bagi orang tua untuk mendorong anak-anak mereka serius berlatih sejak dini.
”Inilah yang membuat ekosistem bulu tangkis di daerah tetap stabil meski tren olahraga lain datang dan pergi,” ujarnya.
Terkait peta kekuatan, Alfian mengakui adanya perbedaan antusiasme di tingkat kabupaten/kota. Hal ini dipengaruhi seberapa aktif klub dalam melakukan pembinaan atlet bulu tangkis, frekuensi kompetisi kelompok umur, hingga keaktifan pengurus organisasi di wilayah tersebut. Faktor-faktor inilah yang kemudian membentuk ekosistem bulutangkis yang solid di masing-masing daerah untuk menjaring bibit unggul.
Baca Juga: PBSI Tinggalkan Cara Konvensional demi Sport Science
Menariknya, nilai kebersamaan menjadi kunci utama PBSI NTB dalam menjaring bibit atlet. Bulu tangkis diakui sebagai olahraga lintas generasi. Seringkali, ketertarikan seorang atlet bulu tangkis bermula dari orang tua yang hobi bermain di GOR lokal. Saat sang ayah mencari keringat, anak-anaknya diarahkan masuk ke klub (PB) yang sedang berlatih. ”Pola ini terbukti efektif dalam menjaga regenerasi dan prestasi bulu tangkis,” kata Alfian.
Dalam mendukung klub-klub lokal, PBSI NTB berperan sebagai payung besar bagi Pengkab dan Pengkot. Dukungan nyata diberikan dalam bentuk penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis tingkat provinsi, memastikan sistem informasi pendataan atlet berjalan akurat, hingga menyediakan perangkat pertandingan yang standar. Semua dilakukan demi memastikan jalur pembinaan atlet bulutangkis tidak terputus di tengah jalan.
Bagi masyarakat umum, Alfian juga memastikan kalender turnamen tetap terjaga. Setidaknya ada dua kejuaraan bulu tangkis resmi tingkat provinsi yang rutin digelar setiap tahun, terutama saat libur sekolah. Tak hanya untuk atlet mengejar prestasi bulutangkis, komunitas non-atlet pun diberikan ruang melalui berbagai turnamen mandiri yang animonya selalu meledak di berbagai wilayah NTB.
Menatap lima tahun ke depan, PBSI NTB memasang target realistis namun ambisius. Di level regional Indonesia Timur, atlet bulu tangkis NTB saat ini adalah salah satu yang terbaik, terbukti dengan raihan juara umum pada Pra-PON lalu. Bahkan, pertumbuhan jumlah atlet yang terdaftar di sistem informasi pusat membuat PBSI NTB meraih penghargaan dari Pengurus Pusat PBSI pada tahun 2024 lalu.
Namun, pekerjaan rumah besar tetap menanti. PBSI NTB bertekad membangun ekosistem bulu tangkis yang mampu mencetak juara secara kontinu di level nasional, bukan lagi sekadar insidental. ”Membangun ekosistem bulu tangkis yang kuat butuh investasi panjang dan dukungan dari seluruh stakeholder. Kami ingin atlet NTB tidak hanya jago di kandang, tapi konsisten di podium nasional dan internasional,” tutup Alfian. (puj/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online