LombokPost – Lionel Messi kembali membuktikan dirinya belum kehilangan sentuhan magis di panggung Piala Dunia. Kapten Timnas Argentina itu mencetak rekor baru usai membawa Albiceleste menundukkan Yordania 3-1 pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Sabtu (27/6).
Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Messi hanya membutuhkan sekitar 20 menit untuk mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan bebasnya pada menit ke-80 memastikan kemenangan Argentina sekaligus mengantarkannya menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Catatan tersebut membuat pemain berusia 39 tahun itu melampaui rekor yang sebelumnya dipegang bersama legenda Prancis Just Fontaine dan mantan penyerang Brasil Jairzinho.
Baca Juga: Messi Cetak Hattrick Perdana di Piala Dunia, Argentina Bungkam Aljazair di Laga Pembuka
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan penampilan sang kapten.
"Situasinya sedikit membuat saya tidak nyaman ketika orang terus bertanya soal Messi karena saya sendiri tidak tahu harus berkata apa lagi," ujar Scaloni, seperti dikutip Reuters.
Menurut Scaloni, Messi sebenarnya dalam kondisi siap bermain penuh selama 90 menit. Namun, sang kapten memilih memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk tampil sekaligus menjaga kebugarannya menjelang babak gugur.
"Hari ini dia sebenarnya bisa bermain 90 menit. Tapi dia ingin rekan-rekannya mendapat kesempatan bermain dan juga menjaga dirinya untuk pertandingan berikutnya," katanya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Messi dan Masa Depannya, Jawabannya Langsung Jadi Sorotan
Scaloni menambahkan, Messi bukan tipe pemain yang terlalu memikirkan rekor pribadi.
"Dia tidak terlalu memikirkan angka-angka itu. Satu-satunya kata yang bisa saya ucapkan adalah saya masih terus dibuat kagum," imbuhnya.
Argentina sejatinya sudah mengunci kemenangan sejak babak pertama. Dua gol lebih dulu dicetak Giovani Lo Celso melalui tendangan bebas dan Lautaro Martinez lewat eksekusi penalti.
Menariknya, kedua gol tersebut menjadi gol pertama Argentina di Piala Dunia 2026 yang tidak berasal dari kaki Messi. Meski demikian, sang kapten tetap menutup pertandingan dengan golnya sendiri sehingga kini memimpin daftar top skor sementara turnamen dengan koleksi enam gol.
Pada laga tersebut, Scaloni melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain. Langkah itu dilakukan untuk memberi kesempatan tampil kepada para pemain pelapis.
"Saya sangat senang karena kami bisa memberikan kesempatan bermain kepada semua pemain. Itu memang menjadi target kami sejak awal," ujarnya.
Ia menilai para pemain yang mendapat kesempatan tampil mampu menunjukkan kualitas dan membuktikan bahwa mereka siap diandalkan pada fase gugur.
"Mereka membuktikan bahwa saya bisa mengandalkan mereka. Mereka bermain sangat baik dalam pertandingan yang tidak mudah," katanya.
Di babak 32 besar, Argentina akan menghadapi debutan Cape Verde di Miami. Meski berstatus juara bertahan dan lebih diunggulkan, Scaloni memastikan timnya tidak akan memandang sebelah mata calon lawannya.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, saya tidak terkejut mereka bisa lolos. Mereka tim yang bagus dan mampu menyulitkan semua lawannya," ucap Scaloni.
Dia mencontohkan Cape Verde mampu menahan laju tim-tim kuat pada fase grup. Karena itu, Argentina harus tampil maksimal jika ingin melangkah ke babak berikutnya.
"Mereka tim yang cepat, bermain dengan kualitas tinggi, dan saya jamin mereka akan membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi kami," pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji