LombokPost – Olahraga golf sering kali disalahpahami sebagai permainan sederhana yang hanya mengandalkan ayunan stik.
Namun, Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) NTB, Dewa Suparsa, menegaskan bahwa golf adalah perpaduan kompleks antara ketahanan fisik, konsentrasi tinggi, dan ketajaman mental.
Dalam penjelasannya, Dewa Suparsa mengurai anatomi lapangan golf yang menantang.
Baca Juga: Bisnis Sport Tourism Golf Berpotensi Tumbuh Besar di Lombok
Setiap lapangan golf memiliki karakteristik unik, mulai dari green area sekitar lubang dengan standar pemotongan rumput khusus untuk kecepatan bola hingga fairway yang menjadi jalur utama permainan.
Tantangan pemain semakin berat dengan adanya handicap atau bunker (jebakan pasir) yang ditempatkan di setiap hole untuk menguji kemampuan atlet.
"Aturannya berjalan kaki," tegas Dewa Suparsa saat menjelaskan bahwa fisik atlet adalah faktor utama.
Baca Juga: NTB Kekurangan Pelatih dan Golf Car
Dalam satu putaran penuh yang mencakup 18 hole, seorang atlet rata-rata harus menempuh jarak antara tujuh hingga delapan kilometer dengan berjalan kaki.
Hal ini menjadikan golf sebagai olahraga yang sangat menuntut stamina dan kebugaran.
Terkait penilaian skor, Dewa menjelaskan bahwa setiap hole memiliki target pukulan yang disebut Par.
Baca Juga: PGI NTB Berharap Cabor Golf Dihelat di NTB Saat PON Nusa Tenggara 2028
Keberhasilan pemain diukur berdasarkan perbandingan pukulan dengan Par tersebut.
Istilah seperti Birdie (satu di bawah Par) dan Eagle (dua di bawah Par) merupakan prestasi membanggakan bagi seorang golfer, sementara istilah Bogey hingga Triple Bogey menunjukkan skor yang kurang optimal karena jumlah pukulan yang melebihi target Par.
Bagi Dewa, keistimewaan golf terletak pada variasi lapangan yang tidak pernah sama di setiap lokasi.
"Setiap lapangan golf itu berbeda, tingkat kesulitannya berbeda," ujarnya.
Keunikan inilah yang membuat para pemain golf terus tertantang untuk menjajal berbagai lapangan berbeda demi menguji kemampuan teknis dan strateginya.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Liputan Berita Lombok Post