Laga Cabor Criket Porprov NTB 2026 Bergulir, PCI NTB Tegaskan Janji Sportivitas

Pujo Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:33 WIB
Ketua Pengprov PCI NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama delegasi atlet usai pembukaan pertandingan cabor criket Porprov XII. (PUJO/LOMBOK POST)
Ketua Pengprov PCI NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama delegasi atlet usai pembukaan pertandingan cabor criket Porprov XII. (PUJO/LOMBOK POST)

 

 

LombokPost - Pertandingan perdana cabang olahraga (cabor) criket dalam ajang Porprov NTB 2026 resmi digulirkan pada Senin (20/7) di Lapangan Dirgantara ZAM, Mataram. Di tengah sengitnya persaingan antarkontingen daerah, Ketua Pengprov PCI NTB Baiq Isvie Rupaeda, memberikan peringatan keras dan menohok kepada seluruh peserta yang berlaga.

Dalam pembukaan cabor criket Porprov NTB 2026 tersebut, Baiq Isvie Rupaeda meminta seluruh atlet, pelatih, hingga perangkat pertandingan untuk benar-benar memegang teguh prinsip sportivitas. Penegasan ini disampaikan agar kompetisi tingkat provinsi tersebut berjalan adil, aman, transparan, dan terhindar dari berbagai kontroversi yang merusak citra olahraga.

Pengawasan ketat sengaja diterapkan Pengprov PCI NTB guna mencegah potensi gesekan antar-tim selama laga cabor kriket berlangsung. Baiq Isvie Rupaeda tidak ingin gejolak atau kericuhan yang sempat mewarnai beberapa cabang olahraga lain menular ke arena pertandingan cricket.

Baca Juga: Cabor Gateball Porprov NTB 2026 Tuntas, Kekuatan Medali Tersebar Merata

Menurut Isvie, ambisi setiap kontingen untuk menyabet medali emas merupakan hal yang wajar, namun cara-cara curang sama sekali tidak boleh ditoleransi dalam Porprov NTB 2026.

”Pertama saya tekankan untuk mendorong sportivitas. Jangan sampai ada gejolak seperti yang terjadi di beberapa cabor lain. Percuma menang kalau tidak sportif, kecurangan harus kita hindari,” tegasnya.

Pihaknya berkomitmen menjadikan laga cabor criket ini sebagai percontohan arena olahraga yang bermartabat. Kemenangan sejati pada persaingan hanya bisa diraih melalui kerja keras, penguasaan teknik ,serta rasa hormat yang mendalam terhadap lawan dan keputusan wasit.

Baca Juga: Persiapan Atlet Golf Lombok Timur Untuk Porprov 2026 Dimulai Sejak Tiga Bulan Lalu

Tidak hanya kepada para atlet, Baiq Isvie Rupaeda memberikan perhatian khusus bagi para pengadil lapangan yang bertugas. Peran wasit dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga tensi persaingan agar tetap kondusif, dingin, dan mengedepankan asas keadilan bagi seluruh kontingen.

Pengurus Pengprov PCI NTB berharap kepemimpinan wasit dalam laga cabor criket ini berjalan independen serta teguh berpatokan pada regulasi resmi. Keputusan adil dari para wasit bakal menjaga kepercayaan seluruh kontingen kabupaten/kota yang sedang bertanding memperebutkan gengsi di Porprov NTB 2026.

Melalui gelaran cabor criket di Lapangan Dirgantara ZAM Mataram ini, Baiq Isvie Rupaeda optimistis ajang Porprov NTB 2026 tidak hanya sukses mencetak atlet-atlet kriket berbakat untuk level nasional, tetapi juga melahirkan olahragawan NTB yang berkarakter, berintegritas, serta selalu menjunjung tinggi sportivitas Porprov NTB.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Cabor Criket Hari Gunawan, menjelaskan bahwa pada Porprov NTB 2026 kali ini terdapat empat nomor pertandingan yang digulirkan, yakni Super Six’s, Super Eight (Super 8’s), T10 (T-Ten), dan T20 (Twenty – Twenty).

”Ada empat medali emas yang diperebutkan,” ungkap Hari Gunawan saat memberikan keterangan teknis pertandingan.

Hari mengungkapkan, meski awal perencanaan ada enam kabupaten/kota yang berminat tampil, pada akhirnya hanya empat daerah yang resmi bertanding di Porprov NTB 2026. Keempat kontingen yang bersaing di arena meliputi Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Bima.

Baca Juga: PESTI NTB Jadikan Porprov 2026 Ajang Persiapan PON

Dua daerah yang batal mengutus atlet cabor kriket pada gelaran Porprov NTB 2026 adalah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Lombok Timur. Menurut Hari, kedua daerah tersebut terpaksa mengundurkan diri akibat adanya keterbatasan kondisi fiskal daerah masing-masing.

Hari menjamin kelancaran serta kualitas pertandingan cabor criket, panitia menerjunkan technical delegate yang bertindak sebagai wasit nasional dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Cricket Indonesia (PCI). Selain itu, panitia pelaksana juga melibatkan enam tenaga lokal.

”Dari enam tenaga lokal yang bertugas di cabor criket ini, empat orang di antaranya sudah memiliki sertifikasi wasit nasional, sedangkan dua lainnya berstatus wasit daerah,” tambah Hari.

Ia berharap seluruh rangkaian laga cabor criket pada ajang Porprov XII NTB 2026 berjalan lancar, senantiasa mengedepankan sportivitas Porprov NTB, serta menjadi pijakan penting dalam membina atlet daerah menuju pentas prestasi nasional.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
Porprov XII NTB 2026 Baiq Isvie Rupaeda KONI NTB criket PCI NTB