ARRC 2026 Putaran Keempat, Persaingan Ketat Warnai Free Practice

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:05 WIB
Hari pertama LFN FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (7/8), langsung menghadirkan persaingan sengit di seluruh kelas.
Hari pertama LFN FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (7/8), langsung menghadirkan persaingan sengit di seluruh kelas.

 

LombokPost– Hari pertama LFN FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (7/8), langsung menghadirkan persaingan sengit di seluruh kelas. 

Hasil gabungan sesi latihan menunjukkan selisih waktu yang sangat tipis di hampir semua kategori, menandakan peluang perebutan pole position dan kemenangan balapan masih terbuka lebar.

Sirkuit sepanjang 4,31 kilometer itu menjadi arena adu kecepatan para pembalap terbaik Asia yang berusaha menemukan setelan motor terbaik sebelum memasuki sesi kualifikasi. 

Baca Juga: ARRC 2026 Momentum Kebangkitan Pembalap Indonesia

Sejak pagi hingga sore hari, catatan waktu terus membaik seiring meningkatnya grip lintasan dan penyempurnaan setup masing-masing tim. 

Seluruh sesi dipimpin Race Director Eddy Saputra, Clerk of the Course M. Awallutfi Andhika Putra, Chief Steward K. Thamodharan, serta Chief Timekeeper Heryantoro Pamungkas.

ASB1000: Selisih Tiga Pembalap Hanya 0,048 Detik

Persaingan paling ketat terjadi di kelas Asia Superbike 1000 (ASB1000). Pembalap Honda Racing Thailand, Nakarin Atiratphuvapat, menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 35,751 detik. 

Namun posisinya sama sekali belum aman karena pembalap Jepang Keito Abe dari SDG HARC-Pro Honda Philippines hanya terpaut 0,037 detik, sementara mantan pembalap MotoGP Hafizh Syahrin Abdullah dari JDT Racing Team Ducati berada di posisi ketiga dengan selisih hanya 0,048 detik dari pemuncak.

Ketatnya persaingan terlihat dari tiga besar yang berada dalam rentang kurang dari lima persepuluh detik. Artinya, sedikit kesalahan di tikungan atau perubahan kondisi lintasan dapat mengubah urutan terdepan kapan saja.

Performa membanggakan juga ditunjukkan wakil Indonesia Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team. Ia berhasil menempati posisi ketujuh dengan waktu 1:36,525, hanya terpaut 0,774 detik dari catatan tercepat. 

Baca Juga: Wahyu Nugroho Siap Mengguncang Mandalika di ARRC 2026, All Out Setiap Laga, Siap Redam Perlawanan

Hasil tersebut memberi sinyal bahwa Adenanta masih memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan baris depan saat kualifikasi.

SS600: Wahyu Nugroho Tempel Ketat Pemuncak

Persaingan luar biasa juga tersaji di kelas Supersport 600. Pembalap Yamaha Thailand Racing Team Anupab Sarmoon mencatat waktu terbaik 1:37,433, tetapi keunggulannya nyaris tak terlihat karena Wahyu Nugroho dari Yamaha Racing Indonesia hanya terpaut 0,005 detik.

Selisih lima perseribu detik tersebut menjadi salah satu yang paling tipis sepanjang sesi latihan hari pertama. Di belakang mereka, Herjun Atna Firdaus dari Astra Honda Racing Team mengisi posisi ketiga dengan waktu 1:37,769 atau tertinggal 0,336 detik dari pemuncak.

Indonesia semakin percaya diri karena empat pembalapnya mampu menembus delapan besar. Selain Wahyu dan Herjun, terdapat Muhammad Faerozi Toreqottullah di posisi ketujuh dan Arai Agaska Dibani Laksana di urutan kedelapan. 

Dominasi tersebut menunjukkan Yamaha Racing Indonesia dan Astra Honda Racing Team memiliki paket motor yang kompetitif untuk menghadapi balapan akhir pekan.

Baca Juga: Local Hero Tampil di ARRC SS600 Round 4 di Mandalika, Modal Juara MRS, Arai Agaska Siap Ladeni Herjun Firdaus dan Felix PM

Sementara itu, pembalap Astra Honda Racing Team Fadillah Arbi Aditama belum mencatatkan waktu sehingga masuk kategori Not Classified.

AP250: Indonesia Kuasai Barisan Depan

Kelas Asia Production 250 kembali menjadi kelas dengan jumlah peserta terbanyak dan persaingan paling merata. Pembalap Thailand Krittapat Keankum menjadi yang tercepat melalui waktu 1:45,998, di posisi kedua tampil Hiroki Ono dengan catatan waktu 1:46.031. Posisi ketiga ditempati Candra Hermawan dengan catatan waktu 1:46.363.

Empat pembalap Indonesia berhasil masuk sepuluh besar, yakni Candra Hermawan di posisi ketiga, Rheza Danica Ahrens keempat, Muhammad Fadhil Musyavi kelima, dan Fahmi Basam kedelapan. 

Selisih antara posisi pertama hingga kelima pun hanya sekitar setengah detik, menunjukkan kompetisi AP250 diprediksi menjadi salah satu balapan paling sengit sepanjang akhir pekan.

Baca Juga: Anomali Tanah Wisata Menggerus PAD Lombok Tengah

Di luar lima besar, Indonesia juga masih memiliki banyak amunisi. Irfan Ardiansyah, Reykat Yusuf Fadilah, Gerry Salim, Andi Muhammad Fadly, hingga Galang Hendra Pratama berada dalam kelompok pembalap yang masih berpeluang memperbaiki posisi saat kualifikasi.

Sebanyak 31 pembalap mencatatkan waktu pada sesi gabungan AP250, menjadikannya kelas dengan persaingan paling padat di Mandalika.

UB150: Indonesia Mendominasi

Dominasi pembalap Indonesia paling nyata terlihat di kelas Underbone 150. Fadli Rigani dari Yamaha LFN HP969 Indonesia Racing Team tampil sebagai pembalap tercepat dengan waktu 1:53,671. 

Posisi kedua ditempati Dimas Juli Atmoko, sedangkan rekan setim Fadli, Danial, mengisi urutan ketiga. Dengan demikian, tiga besar seluruhnya diisi pembalap Indonesia.

Bahkan hingga posisi keenam masih didominasi pembalap Tanah Air melalui MD Silmi Helsinky, Rendi Odding, dan Husni Zainul Fuadzy. 

Kekuatan Indonesia di kelas ini menjadi modal penting untuk berburu podium pada dua balapan yang akan digelar selama akhir pekan.

 

TVS Asia One Make Race: Luis Miguel Tercepat

Pada kelas TVS Asia One Make Race, pembalap Spanyol Luis Miguel tampil sebagai yang tercepat dengan catatan 1:46,462. Namun keunggulannya sangat tipis karena Mohd Ramdan Rosli dari Malaysia hanya tertinggal 0,021 detik, disusul kompatriot Luis, Vicente Perez Selfa, dengan selisih 0,072 detik.

Wakil Indonesia Fadil Algasani berada di posisi ke-15 dengan waktu 1:48,575, masih berusaha meningkatkan performa menjelang sesi penentuan grid start.

Baca Juga: Mario Suryo Aji Bangkit di Silverstone, Lolos Langsung Q2 Moto2 Inggris

Sesi Kualifikasi Diprediksi Lebih Ketat

Hasil gabungan latihan menunjukkan belum ada pembalap yang benar-benar mendominasi di seluruh kelas. Selisih waktu yang sangat rapat, terutama di ASB1000 dan SS600, membuat perebutan pole position diperkirakan berlangsung dramatis.

Dari kubu Indonesia, peluang meraih hasil terbaik terbuka lebar. Wahyu Nugroho hanya terpaut lima perseribu detik dari posisi pertama di SS600, Adenanta berada dalam kelompok terdepan ASB1000, sementara AP250 dan UB150 memperlihatkan kekuatan besar para pembalap Merah Putih.

Baca Juga: Fabio Quartararo Gabung Honda, Target Besar Alberto Puig: Kembali ke Puncak MotoGP

Dengan setelan motor yang semakin matang dan pengalaman para pembalap menghadapi karakter cepat serta teknikal Sirkuit Internasional Mandalika, sesi kualifikasi dipastikan menjadi pertarungan penting yang akan menentukan strategi menuju dua balapan utama LFN FIM Asia Road Racing Championship Putaran 4 Mandalika 2026

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : asia road racing championship, Liputan
arrc 2026 persaingan sengit pembalap merah putih Sirkuit Internasional Mandalika