LombokPost - Musyawarah Kota (Muskot) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Mataram akhirnya resmi menetapkan nakhoda baru untuk periode mendatang. Sosok I Putu Sumerthayasa secara sah terpilih kembali untuk memimpin FPTI Mataram secara aklamasi dalam ajang pemilihan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Pelaksanaan Muskot FPTI Mataram tersebut dihadiri langsung seluruh pemilik suara sah dari klub-klub. Tercatat sebanyak 12 klub dengan total 40 peserta hadir untuk memberikan mandat penuh kepada I Putu Sumerthayasa. Seluruh rangkaian forum pemilihan Ketua FPTI Mataram tetap berjalan sangat lancar, kondusif, dan sesuai dengan regulasi organisasi yang berlaku.
Tingginya tingkat kepercayaan klub terhadap I Putu Sumerthayasa ini tentu tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinan serta konsistensi prestasi para atlet panjat tebing Mataram. Di bawah komando I Putu Sumerthayasa, cabang olahraga ini sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dan lumbung medali bagi Kota Mataram di Porprov XII NTB 2026.
Baca Juga: Kisah Dua Bersaudara Penyumbang Emas Kontingen Mataram di Porprov XII NTB 2026
Kemenangan mutlak secara aklamasi yang diraih I Putu Sumerthayasa dipandang sebagai buah manis dari kerja keras dan prestasi kolektif seluruh pengurus. FPTI Mataram baru saja mengukuhkan dominasinya sebagai juara umum dalam Porprov. Menurut keterangan I Putu Sumerthayasa, keberhasilan menyabet predikat juara umum merupakan bukti nyata soliditas tim, terlebih mereka harus bertanding di tengah keterbatasan personel.
”Ini bukan prestasi saya sendiri, tapi prestasi kita bersama seluruh tim dan rekan-rekan di panjat tebing Mataram yang sudah bahu-membahu. Kita punya tekad yang sama untuk memajukan FPTI Mataram,” ujarnya.
Pencapaian FPTI Mataram menduduki takhta juara umum terasa makin istimewa lantaran diraih dengan komposisi skuad yang sangat minim. Dari 10 nama atlet yang diajukan, hanya 6 atlet yang pada akhirnya diakomodir untuk pelatda. Tak hanya itu, dua atlet andalan FPTI Mataram, juga terpaksa absen bertanding lantaran sedang mengemban tugas negara.
Baca Juga: Bakal Calon Ketua KONI NTB Wajib Punya Bekal Pengalaman dan Modal Dukungan Minimal 30 Persen
Meski begitu, keterbatasan jumlah personel tak sedikit pun menyurutkan mental bertanding skuad panjat tebing Mataram. Hasilnya luar biasa, tim Mataram sukses mendominasi papan atas dengan memboyong total 5 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Raihan gemilang tersebut secara otomatis menyegel posisi FPTI Mataram sebagai juara umum.
Catatan manis ini sekaligus menjadi modal berharga bagi I Putu Sumerthayasa bersama jajaran pengurus FPTI Mataram untuk menatap tantangan kejuaraan yang jauh lebih besar di masa mendatang. Fokus utama FPTI Mataram kini langsung tertuju pada persiapan jangka panjang menyambut ajang PON 2028.
Guna menatap persaingan ketat di PON 2028, I Putu Sumerthayasa telah merancang berbagai strategi untuk terus mengasah serta meningkatkan performa para atlet Mataram. Salah satu langkah konkret yang bakal diterapkan FPTI Mataram adalah melibatkan sosok atlet senior, pemegang koleksi tiga medali emas untuk berperan aktif menjadi mentor bagi para juniornya.
Melalui langkah strategis tersebut, I Putu Sumerthayasa berharap transfer ilmu, pengalaman, serta teknik tingkat atlet senior dapat tersalurkan secara optimal kepada generasi penerus. Dengan kepemimpinan I Putu Sumerthayasa yang berkelanjutan, FPTI Mataram optimis mampu melahirkan lebih banyak atlet berbakat yang siap membawa nama harum daerah di kancah nasional hingga internasional.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan