TANJUNG-Warga Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dihebohkan dengan penemuan jenazah, Sabtu lalu (3/8). Korban Sadi alias Amin, 52 tahun, warga setempat, ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 06.00 Wita.
Kapolsek Gangga AKP I Gusti Lanang membenarkan kasus dugaan gantung diri tersebut. Jenazah Sadi pertamakali ditemukan sang istri, Maniah, 33 tahun, dalam keadaan tergantung di pohon kakao di depan rumah mereka.
Menurut Lanang, berdasarkan informasi warga sekitar, sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat bertengkar dengan istrinya pada Jumat malam (2/8) sekitar pukul 19.30 Wita. Korban yang tengah ribut bersama istrinya merusak dinding rumah yang terbuat dari spandek.
“Keduanya sempat dilerai orang tua korban Sanijah,” katanya.
Lanang mengaku, kuat dugaan korban bunuh diri. Sebab tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak korban divisum. Mereka menerima kematian korban.
“Kami sudah minta buat surat pernyataan,” pungkasnya.
Sementara itu, Maniah mengatakan, penyebab pertengkaran tersebut dikarenakan masalah ekonomi. Ia meminta uang untuk kebutuhan sekolah anaknya, namun Sadi saat itu tidak memiliki uang. Dalam cekcok tersebut, Maniah kemudian melemparkan batu bata ke dinding rumah yang terbuat dari spandek itu, hingga hancur.
“Sesudah salat isya saya tidur, besok pagi-pagi saya bangun, dan saya pergi ke kamar mandi. Saat itu saya lihat bapak gantung diri. Kakinya saya peluk, sambil menangis. Lalu saya minta tolong tetangga,” pungkasnya. (fer/r4)
Editor : Administrator