Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Najmul Batal Divaksin, Ada Apa?

Wahyu Prihadi • Rabu, 3 Februari 2021 | 11:17 WIB
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
TANJUNG-Vaksinasi perdana Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dilakukan, (2/2). Hal mengejutkan yang terjadi kala itu, penyuntikan untuk bupati dan wakil bupati ditunda. Hal ini karena setelah screening, mereka diketahui memiliki sejumlah penyakit bawaan (comorbid).

”Kapolres juga ditunda,” ujar Kadis Kesehatan KLU H Lalu Bahrudin, kemarin (2/2).

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar pada tahap screning diketahui memiliki tensi tinggi, alergi, dan riwayat comorbid lainnya. Sehingga  dokter yang melakukan pemeriksaan merekomendasikan vaksinasi untuk bupati ditunda.

”Tapi bukan berarti tidak jadi, tapi ada penundaan,” ujar dia.

”Nanti kalau beliau sudah fit dan bagus, baru melakukan screening lagi. kalau misalkan hasilnya bagus, bisa dilakukan vaksin,” sambung mantan direktur RSUD KLU itu.

Rencananya 10 orang yang akan divaksin. Namun melihat antusias sejumlah orang meminta divaksin, akhirnya ada penambahan 10 orang lagi, sehingga menjadi 20 orang.

Setelah vaksin perdana tersebut, rencananya Dinas Kesehatan akan melakukan dropping vaksin ke masing-masing puskesmas dan RSUD KLU hari ini. Mereka yang akan divaksin merupakan staf yang bekerja di bidang kesehatan. Sasarannya sesuai dengan nama yang sudah diusulkan sebelumnya.

”Kami ada target dari 2.650 vaksin itu. Minimal selama lima hari itu, sekitar 70-80 persen sudah tervaksin semua,” ucap pria berprofesi sebagai dokter itu.

Setelah vaksinasi perdana ini ada rentang waktu 14 hari untuk vaksinasi kedua. Pada vaksin kedua tersebut, akan diarahkan ke RSUD KLU dan diberikan sertifikat telah vaksinasi.

”Jadi kalau sudah dapat itu legal. Mau kemana saja tidak perlu melakukan rapid test lagi,” kata dia.

Ia berharap, masyarakat tidak takut divaksin sebab sudah ada contoh yang diberikan vaksin. Vaksin tersebut, kata dia, merupakan upaya akhir pemerintah memberikan kekebalan untuk mencegah penularan Covid-19.

”Vaksin ini halal dan tidak ada unsur berbahayanya,” tegas dia.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar berharap, langkah ini menjadi momentum meningkatkan kewaspadaan menghadapi Covid-19. Prioritas vaksin pada nakes sebab mereka adalah orang yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. ”Pemerintah mempercepat vaksin agar bisa segera merata pada warga nantinya,” kata dia.

Ketua DPRD KLU Nasrudin usai divaksin mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya yakin tidak ada dampak negative, seperti isu yang beredar di sosial media.

”Jangan khawatir, vaksin ini membuat daya tahan tubuh kita lebih kuat nantinya,” pungkas dia. (fer/r9) Editor : Wahyu Prihadi
#comorbid #Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar #KLU #Korona #Vaksinasi Covid-19