Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Licin Sebabkan Sejumlah Kendaraan Terjebak di Pusuk

Wahyu Prihadi • Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:08 WIB
TERJEBAK: Sejumlah kendaraan Fuso yang terjebak di salah satu titik jalan Pusuk. Mereka tidak bisa melintasi jalan yang licin akibat tertimbun sisa longsoran tanah pelebaran jalan,  (26/10).
TERJEBAK: Sejumlah kendaraan Fuso yang terjebak di salah satu titik jalan Pusuk. Mereka tidak bisa melintasi jalan yang licin akibat tertimbun sisa longsoran tanah pelebaran jalan, (26/10).
TANJUNG-Hujan lebat membuat membuat tanah bekas pelebaran jalan menutupi aspal jalur Pusuk, Kabupaten Lombok Utara (KLU)-Lombok Barat. Hal ini membuat sejumlah kendaraan kesulitan melewati jalur tersebut. Bahkan sejumlah kendaraan roda empat terjebak.

Salah satu pengendara roda dua Teguh mengatakan, jalan yang dilalui cukup berbahaya. Kondisi jalan yang tertutupi tanah pegunungan membuatnya kesusahan melintas.

”Masih banyak tanah di sepanjang aspalnya,” keluh dia.

Mahasiswa UIN Mataram mengatakan, beberapa kali ban sepeda motornya selip. Untuk melindungi diri, dirinya harus berkendara perlahan dengan kedua kaki menapak di atas jalan untuk menjaga keseimbangan.

”Kami berangkat PKL dan hari ini pertama,” sambung dia yang bersama sejumlah rekan.

Teguh mengatakan, sebelum berangkat dirinya mendapat informasi jika jalan Pusuk masih bisa dilalui pada pukul 07.00 Wita. Sesampainya di perbatasan KLU-Lobar, dirinya kembali mendapat informasi jika kondisi jalan tersebut cukup sulit dilalui.

Namun dia dan kedua rekannya memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Sebab jika memutar kembali melalui jalur Senggigi, jaraknya sangat jauh.

”Karena sudah setengah jalan, kami lalui saja” tandas dia.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD NTB bidang infrastruktur dan lingkungan hidup, Sudirsah Sudjanto meminta agar jalur tersebut kembali dialihkan. Selain untuk menghindari kemacetan akibat aktivitas pelebaran jalan, juga menjaga keselamatan pengguna jalan.

”Kita korbankan sedikit waktu dan bahan bakar untuk keamanan dan mempercepat proses pengerjaan jalan ini,” jelas dia.

Menurut dia, jika jalur tersebut tidak dialihkan dan ditutup, alat berat yang ada tidak bisa bekerja maksimal. Selain itu, jalan yang berdebu dan licin bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.

”Karena target kita di Maret 2022 itu sudah selesai pekerjaannya,” tegas dia.

Dirinya mengimbau warga untuk tidak membandel tetap melewati jalan tersebut. ”Makanya saya lihat, kalau itu dibuka lagi besok tapi kondisi seperti ini, saya akan minta untuk ditutup lagi,” pungkas dia. (fer/r9) Editor : Wahyu Prihadi
#jalan licin #Pusuk