TANJUNG-Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak menggelar perayaan Lebaran Topat secara khusus tahun ini. Meski begitu, tidak menghilangkan antusiasme warga KLU memadati sejumlah destinasi wisata pantai, Senin (9/5).
Seperti pantauan Lombok Post di Pantai Impos, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Ratusan warga sudah mulai memadati pantai tersebut sejak pagi hari. Penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tetap dilakukan.
”Mulai dari sore sampai isya pengunjung terus berdatangan dan makin ramai,” ujar Fatmah, salah satu pedagang di Pantai Impos.
Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan tahun lalu. ”Kita berharap terus ramai yang berkunjung. Tambah ramai tambah bagus,” tandasnya.
Bagaimana dengan kondisi di kampung-kampung? Hujan membuat perayaan agak sepi. Meski begitu, suasana ramai masih terlihat saat perayaan lebaran di masjid-masjid.
”Semangat masyarakat merayakan masih sama,” beber Tokoh Pemuda Dusun Karang Anyar, Desa Medana Ria Sukandi, pada Lombok Post.
Ia menuturkan, Lebaran Topat sangat penting untuk dirayakan. Sebab bagi masyarakat KLU, ini merupakan puncak dari perayaan Idul Fitri. Terutama bagi masyarakat yang melakukan puasa enam hari Syawal.
”Jadi itu bagian dari hari yang sakral, dan tempat berkumpulnya dengan keluarga untuk menikmati hidangan khas seperti ketupat,” jelas Andi.
Pantai Impos kerap menjadi tujuan favorit masyarakat. Bahkan sebelum pandemi merebak, pengunjung bisa membludak hingga Pantai Bintang yang ada di sebelahnya.
”Sekarang memang agak sepi, karena hujan juga. Kalau karena edaran pemerintah saya rasa tidak, karena masyarakat sudah terbiasa dengan edaran seperti itu,” katanya.
”Selain pantai, masyarakat juga biasanya melakukan ziarah kubur,” pungkas Andi. (fer/r9)
Editor : Galih Mps