Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Terseret Arus, Bule Amerika Tewas Tenggelam di Perairan Trawangan

Administrator • Selasa, 21 Februari 2023 | 09:05 WIB
EVAKUASI JASAD: Tim gabungan SAR mengevakuasi jasad turis Amerika yang tewas tenggelam saat menyelam di perairan Gili Trawangan, Senin (20/2). (SAR for Lombok Post)
EVAKUASI JASAD: Tim gabungan SAR mengevakuasi jasad turis Amerika yang tewas tenggelam saat menyelam di perairan Gili Trawangan, Senin (20/2). (SAR for Lombok Post)
TANJUNG-Teyson Cluff, warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat yang dilaporkan hilang di perairan Gili Trawangan sejak Minggu (19/2) ditemukan meninggal dunia. Jasad pria 49 tahun ditemukan tim gabungan SAR di kedalaman puluhan meter, Senin (20/2).

Operasi pencarian korban melibatkan tim rescue Pos Unit Siaga Bangsal, TNI AL, hingga Polairud Polda NTB. Termasuk Polair Polres KLU, Barasiaga, Share Love Lombok, Pokmaswas, Dream Dive Shop Trawangan, P3LS, BKKPN, masyarakat setempat, dan unsur lainnya.

Kasatreskrim Polres Lotara AKP I Made Sukadana menuturkan, Teyson Cluff merupakan seorang penyelam. Korban bahkan telah memiliki sertifikat menyelam sejak 2019. Dugaan sementara, korban terseret arus saat menyelam di perairan Gili Trawangan.

Kejadian bermula pada pukul 13.00 Wita Minggu (19/2), korban bersama rombongan Dream Divers Trawangan berangkat menuju lokasi penyelaman. Yakni di Shark Point sebelah utara Gili Trawangan. Korban saat itu pergi bersama Dive Master Adi Kusuma dan boat kapten Dediyanto, Hayadi, dan Rene Flissakowiski WNA asal Jerman. Namun hingga pukul 14.30 Wita, korban tidak kunjung naik.

”Kemudian dilakukan pencarian bersama dive shop yang lain namun tidak dapat ditemukan,” bebernya.

Pada pukul 17.00 Wita, staf Dream Divers bernama Diana melaporkan ke Pos Bangsal mengenai hal tersebut. Diana melaporkan itu setelah mendapatkan informasi dari kapten boat yang menyatakan korban hilang dan belum ditemukan. ”Korban diketahui menginap di hotel Scalywags Gili Trawangan,” imbuhnya.

Saat menyelam korban melakukannya bersama WNA asal Jerman bernama Rene Flissakowiski. Korban kemudian menghilang pada titik koordinat garis lintang 8'21'26.03"S, Garis bujur 116' 1'35.96"T.

Terpisah, Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi mengatakan, korban ditemukan di kedalaman 21 meter di perairan Gili Trawangan. ”Ditemukan pada hari kedua pencarian pukul 08.08 Wita, 0,93 NM arah utara dari lokasi kejadian,” kata Wahyu.

Korban pertama kali ditemukan penyelam dari Dream Dive yang ikut dalam pencarian. Kemudian setelah itu, jasad korban dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal untuk diserahkan ke pihak medis. Pada saat ditemukan, korban masih dalam kondisi lengkap dengan peralatan selam yang melakat di tubuhnya. ”Korban sudah dibawa Rumah Sakit Bhayangkara oleh tim medis,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari keterangan guide Dream Dive Center, pada pukul 14.30 Wita korban menyelam bersama penyelam lainnya di Shark Point, sebelah Utara Gili Trawangan. Setelah itu, mereka terpisah di kedalaman 15 meter.

Pada saat guide menemani penyelam lainnya melihat terumbu karang, korban terlihat bergerak menuju permukaan air. Guide tersebut pun langsung membuka CMB sebagai tanda ada penyelam naik ke permukaan. Kemudian melakukan pencarian dengan melihat ke atas dan bawah serta memutari area 360 sesuai protokol safety dive.

Kata Wahyu, saat itu jarak pandang terbatas merupakan kendala yang dihadapi. Korban tidak ditemukan sehingga guide beserta seluruh penyelam memutuskan untuk menghentikan kegiatan menyelam dan melakukan pencarian dari atas permukaan air di sekitar area penyelaman. ”Namun hasil tetap nihil. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke pihak terkait dan bersama-sama melakukan pencarian,” bebernya. (fer/r9) Editor : Administrator
#Bule Amerika #tenggelam #Trawangan