LombokPost-Kemenag Lombok Utara melakukan beberapa kemitraan dengan lembaga yang mengeluarkan sertifikasi halal sejak tahun 2022 lalu.
”Kalau tim kami ada dengan UIN Mataram, dan ada juga dengan UNU NTB. Kalau yang dengan UIN Mataram kurang lebih baru 30 UMKM,” kata Penyuluh Agama Islam Kemenag KLU Ahmad Aminudin pada Lombok Post, kemarin (31/10).
Ia menjelaskan dengan Lembaga Halal Center UIN Mataram tergabung ada pendamping UMKM, 12 orang. Mereka telah lulus tes Badan Penyelenggara Halal.
Menurutnya di daerah ini masih minim informasi dan sosialisasi kurang, itulah yang menjadi kendala. ”Mendukung ini diperbantukan penyuluh Agama Islam sebagai pendamping,” terangnya.
Sejauh ini proses pengerjaan sertifikasi halal kisaran dua hingga tiga pekan. Lama proses ini tergantung bahan dasar materi pengajuan UMKM.
Banyak manfaat dengan UMKM memiliki sertifikasi halal. Mempercepat, meringankan, dan mempermudah proses penyebaran produk dagang.
Secara global ini ditekankan ke UMKM agar pemasaran mudah dan berkembang.
Langkah ini juga bisa meyakinkan masyarakat bahwa produk yang dikonsumsi benar-benar baik.
Pada 2024 ditargetkan 50 persen UMKM KLU memiliki sertifikat halal. UMKM bisa diuruskan tanpa biaya dengan syarat sudah memilik Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ini juga yang dibantu oleh pendamping. ”Data mentahnya kisaran 5.000-an UMKM,” jelasnya.
Direktur Utama NTB Mall Indah Purwanti Ningsih mengatakan produk UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal akan lebih mudah menyebarluaskan produknya. ”Kami mendorong UMKM bisa segera mengurus NIB dan sertifikasi halal,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post