LombokPost-Unit Pelaksanaan Teknis Badan-Unit Pelaksana Pajak Daerah (UPTB-UPPD) Bapenda NTB Samsat Tanjung mencatat tren peningkatan pembayaran pajak pada Oktober 2023 lalu.
”Bulan lalu saja mencapai surplus Rp 400 juta dari target bulanan sebesar hampir Rp 3 miliar,” kata Kepala Samsat Tanjung H Irnadi Kusuma.
Ia mengatakan adanya program daerah mampu mendongkrak capaian pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut.
Program yang dimaksud adalah program 3 in 1 dengan hadiah undian umrah berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan berakhir 31 Oktober.
Program 3 in 1 sendiri diberlakukan melalui peraturan gubernur nomor 52 tahun 2023 tentang pemberian keringanan dan pembebasan pajak kendaraan bermotor dan BBN-KB II dan pemberian apresiasi kepada wajib pajak aktif.
Tentunya ini sangat bagus karena selama program berlangsung, angka pembayaran pajak meningkat.
Beberapa program yang ada ini terlihat sangat memotivasi masyarakat dalam membayar pajak. Selain upaya sosialisasi dan jemput bola yang intens dilakukan pihaknya, dengan menyiapkan mobil Samsat Keliling.
”Lombok Utara secara persentase pencapaian kita selalu melebihi target,” tuturnya.
Tahun ini pada anggaran APBDP 2023 pihaknya diberikan target PKB Rp 23 miliar. Dari angka itu capaian Samsat Tanjung telah mencapai 78 persen dari target.
”Tren masyarakat di sini cukup bagus dan baik,” imbuhnya.
Terhadap program yang hampir tiap tahun dilakukan daerah mampu memberikan hasil yang sangat efektif di Lombok Utara terhadap pencapaian PKB.
”Program seperti ini memang harus terus digiatkan secara tahunan,” tambahnya.
Kepala Bapenda NTB Hj Eva Dewiyani mengatakan adanya program undian ini mampu memotivasi wajib pajak melakukan pembayaran pajak.
Bahkan program ini telah dimanfaatkan oleh 200 ribu lebih wajib pajak. "Capaian PKB kita se-NTB sudah diangka Rp 113 miliar,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post