Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berlayar Malam Hari, Dua Boat Penyebrangan Gili Meno Tabrakan, Satu Pengemudi Tewas

Galih Mega Putra S • Selasa, 2 Januari 2024 | 11:47 WIB
EVAKUSI KORBAN: Tim gabungan mengevakuasi jasad korban meninggal dunia tabrakan boat di Gili Meno, Senin (1/1). (BASARNAS MATARAM FOR LOMBOK POST)
EVAKUSI KORBAN: Tim gabungan mengevakuasi jasad korban meninggal dunia tabrakan boat di Gili Meno, Senin (1/1). (BASARNAS MATARAM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Saat perayaan malam tahun baru 2024, dua buah perahu penyeberangan (boat) di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara (KLU) bertabrakan. ”Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 01:00 Wita telah terjadi laka laut antara speed boat dengan slow boat,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi, Senin (1/1).

Ia mengatakan kedua boat tersebut sama-sama dari arah Gili Trawangan menuju Gili Meno. Slow boat tersebut membawa penumpang warga negara  asing asal Inggris dan Turki. ”Kedua WNA ini masih dalam tahap perawatan medis setelah kejadian,” imbuhnya.

Namun karena kejadian ini kapten slow boat sempat hilang. Setelah melakukan pencarian, pihaknya bersama penyelam dari Dive Center dan potensi SAR menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. ”Ditemukan di kedalaman 35 meter pada pukul 09.08 Wita,” jelas Wahyu.

Diterangkan jarak penemuan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Korban MA usia 35 tahun asal Gili Meno. ”Korban merupakan juru mudi dari salah satu perahu yang bertabrakan itu,” tambahnya.

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro mengatakan timnya bergabung dengan petugas lainnya di lapangan dalam pencarian korban. Butuh lima jam hingga korban yang hilang ditemukan.

Dia pun kembali mengimbau masyarakat yang memiliki jasa pelayanan boat agar tidak membawa penumpang dan  menyebrang malam hari. Setiap boat harus dilengkapi dengan lampu isyarat atau lampu penerangan agar terlihat saat melintasi selat antargili.

Semua harus menggunakan pelampung baik pegemudi maupun penumpang. ”Saya sudah mengimbau sebelumnya dan itu semua guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Rury Anjas Andita
#Gili #KLU #tahun baru