Berlaku Mulai 1 Februari, Retribusi Masuk Tiga Gili di Lombok Utara Naik

Galih Mega Putra S • Dipublikasikan Minggu, 28 Januari 2024 | 09:00 WIB
MASUK GILI TRAWANGAN: Sebuah kapal cepat menurunkan penumpang di Pelabuhan Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.(NURUL/LOMBOK POST)
MASUK GILI TRAWANGAN: Sebuah kapal cepat menurunkan penumpang di Pelabuhan Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.(NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (Dispar KLU) mulai menyosialisasikan kenaikan retribusi masuk tiga gili. ”Penarikan ini sudah berjalan, hanya saja ada perubahan nilai retribusi tersebut,” kata Kepala Dispar KLU Dende Dewi Tresni Budi Astuti pada Lombok Post, Jumat (26/1).

Ia menjelaskan retribusi untuk wisatawan mancanegara dari Rp 10 ribu  menjadi Rp 20 ribu. Kenaikan retribusi ini sesuai dengan Perda 9 Tahun 2023 yang berlaku di daerah tersebut. ”Nanti ada 15 orang petugas yang terbagi untuk tiga gili melakukan penarikan tambahan biaya masuk,” tambahnya.

Salah satu ola yang diterapkan, biaya sudah termasuk dalam tiket. Sehingga tidak ada penarikan lagi saat pengguna kapal cepat di pelabuhan. Ini sebagai salah satu cara untuk mengurai antrean wisatawan saat momen ramai. ”Jadi tamu turun sudah langsung bisa masuk kawasan tiga gili KLU,” jelasnya.

Ada juga pola wisatawan harus mengantre untuk pembayaran tiket retribusi di pelabuhan tiga gili. ”Besar kenaikan untuk wisatawan domestik dewasa Rp 10 ribu dan anak-anak Rp 5 ribu, wisman Rp 20 ribu,” tambahnya.

Diingatkan penarikan retribusi ini di luar harga tiket menyeberang. Tetapi untuk yang sudah melakukan penjanjian kerja sama (PKS) dengan Dispar KLU seperti Akacindo (Asosiasi Kapal Cepat Indonesia) sudah masuk di tiket wisatawan. ”Untuk yang belum PKS di masing-masing pelabuhan ada tim penarik retribusi,” imbuhnya.

Seorang wisatawan asal Magelang Najmi Laili Bintang mengatakan sebenarnya tidak masalah dengan kenaikan retribusi. Asalkan dana tersebut dipergunakan untuk perbaikan fasilitas dan pelayan tiga gili tersebut. ”Harga tersebut juga masih wajar untuk menikmati tiga gili,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
Gili KLU Trawangan