Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KPU Lombok Utara Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih dari 90 Persen

Galih Mega Putra S • Rabu, 31 Januari 2024 | 00:10 WIB
SIMULASI TPS: Beberapa petugas dan pemilih melakukan simulasi pemungutan suara di di TPS 19 Gondang, Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Senin (29/1).(NURUL/LOMBOK POST)
SIMULASI TPS: Beberapa petugas dan pemilih melakukan simulasi pemungutan suara di di TPS 19 Gondang, Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Senin (29/1).(NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkeyakinan tingkat partisipasi bisa bagus pada Pemilu 2024.

Pemilu sebelumnya, partisipasi pemilih 84,13 persen. Pemilu tahun 2024 ini ditargetkan partisipasi pemilih bisa di atas 90 persen.

”Kecenderungan pemilih di KLU itu terus naik setiap pemilihan,” kata Ketua KPU KLU Juraidin di Kecamatan Gangga, Senin (29/1).

Di sana, KPU KLU menggelar simulasi pemantapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024. Tepatnya di TPS 19 Gondang, Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

”Update-nya ada Sirekap dan kebijakan daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tabahan (DPTb), daftar pemilih khusus (DPK),” ujarnya.

Sirekap adalah Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik yang dikembangkan dan digunakan oleh KPU untuk perhitungan suara.

Simulasi kali ini mengajak 250 orang warga setempat  dan petugas TPS juga pihak terkait lainnya dengan total 300 orang. Sasarannya masyarakat memahami mekanisme dan tata cara pemilihan.

”Dari simulasi ini akan dievaluasi apa yang tidak sesuai, apa yang harus ditingkatkan,” jelasnya.

Turut dijelaskan, untuk pemilih berkebutuhan khusus karena kondisi bisa didampingi.

Yang mendampingi bisa petugas atau ditunjuk keluarga sendiri. Namun pemilih dan pendamping ini yang harus tetap datang ke TPS.

”Pendamping tidak boleh menunjukkan dan mengarahkan, hanya bisa mendampingi saja yang membutuhkan layanan fasilitas khusus ini karena kondisi. Misalnya sakit lumpuh, dan lainnya bisa didatangi petugas,” jelasnya.

Anggota KPU KLU Ahmad Kardi mengatakan dalam simulasi tersebut, petugas KPPS melakukan seluruh tahapan pemungutan suara.

Mulai dari awal rapat dan pelantikan, pendaftaran pemilih, pemberian surat suara, pencoblosan, penghitungan suara, hingga rekapitulasi suara. 

”Simulasi ini dilakukan secara riil, seperti halnya pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang,” ujarnya.

Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui atau menghitung rata-rata per pemilih dalam melakukan pemungutan suara.

Juga menghitung waktu proses penghitungan suara dan rekap. Menghitung estimasi waktu untuk pembuatan salinan C hasil yang akan dibagikan kepada saksi dan Bawaslu.

”Termasuk menghitung estimasi waktu penggunaan sirekap mobil sampai pengunggahan,” terangnya. (nur/r9)

Editor : Marthadi
#Tanjung #KLU #KPU