Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KLU Atasi Kekeringan dengan Manajemen Air

Galih Mega Putra S • Kamis, 1 Februari 2024 | 21:25 WIB
GUNAKAN AIR: Beberapa siswa mendapatkan pendidikan dalam penggunaan air secara bijak di salah satu sekolah Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, beberapa waktu lalu.(HARI FOR LOMBOK POST)
GUNAKAN AIR: Beberapa siswa mendapatkan pendidikan dalam penggunaan air secara bijak di salah satu sekolah Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, beberapa waktu lalu.(HARI FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara (BPBD KLU) sedangkan mengupayakan daerah yang langganan kekeringan berkurang bertahap.

”Agar daerah kekeringan tidak berulang setiap tahunnya.

Misalnya satu tahun 10 daerah terdampak, paling tidak bisa berkurang 10 persennya,” kata Kepala Pelaksana BPBD KLU M Zaldi Rahadian ditengah kesibukannya, Rabu (31/1).

Dampak kekeringan merata setiap kecamatan di KLU.

”Kami tidak ingin warga terdampak kekeringan harus menggantungkan suplai air bersih dari pemerintah maupun sumbangan masyarakat termasuk menyiapkan tandon dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Jadi kami juga sedang mempertimbangkan manajemen air tersebut diterapkan,” ujarnya.

Menurutnya untuk menangani dampak kekeringan jangka panjang, perlu ada langkah bersama. Perlu upaya mengatur air supaya saat musim hujan dampak banjir tidak terlalu parah.

Begitu pula saat musim kemarau, masyarakat masih bisa mendapatkan air bersih.

”Manajemen air itu mengatur penggunaan air bagi daerah  terdampak kekeringan,” ujarnya.

Koslata, lembaga social yang focus pada isu kebencanaan mengatakan kekeringan tidak bisa dianggap sebelah mata kalau sampai setiap tahunnya terjadi.

Ada beberapa rencana aksi prioritas sebelum terjadi bencana kekeringan agar bisa menjadi perhatian bersama. 

”Harus ada penanganan jangka panjang agar kekeringan tidak berulang terjadi setiap tahunnya,” imbuh Direktur Koslata Sulistyono.

Kekurangan pasokan air dalam waktu yang lama akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan.

Pada musim kemarau, curah hujan sangat rendah, sehingga persediaan air terbatas.

”Penanganan kekeringan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu sangat penting dalam mengatasi dampak dari kekeringan menjelang musim kemarau,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Kimda Farida
#air #KLU #Kekeringan