Jenazah pria 26 tahun itu ditemukan pada kedalaman 12 meter oleh dive master bernama Mujir sekitar pukul 15.30 Wita, Rabu sore (21/2).
“Ketika dinaikkan ke boat, keluar darah dari mulut dan hidungnya,” kata Kasatreskrim Polres Lombok Utara Iptu Gufron.
Selanjutnya kapten boat bernama Suhaidi dan crew lainnya membawa jenazah ke kantor kepolisian di Pelabuhan Gili Trawangan.
“Jadi tamunya ditemukan di dalam air tidak membawa peralatan berenang,” ucapnya.
Pada pukul 17.20 Wita petugas Basarnas dan Satpolairud Polres Lombok Utara membawa jenazah korban ke Teluk Nara menggunakan speed boat Polair untuk penanganan lebih lanjut.
“Jenazah korban kita bawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk mengetahui penyebab meninggalnya,” terangnya.
“Hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” sambung Gufron.
Korban diketahui menginap di Coconut Dream Bungalows, Gili Trawangan, bersama tiga orang temannya sejak 18 Februari 2024. Rencananya mereka menginap sampai 22 Februari 2024.
Pada Rabu (21/2) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, Valentine Lee dan ketiga temannya diketahui minum minuman beralkohol di pinggir pantai, depan La Mumba.
Sekitar pukul 04.00 Wita setelah minumannya habis, tiga temannya kembali ke Coconut Dream Bungalow. Sedangkan korban masih diam di lokasi.
Setelah beberapa saat, teman-temannya kembali ke tempat awal mereka minum. Namun mereka hanya menemukan tas dan barang milik korban dalam keadaan utuh.
Karena saat itu Gili Trawangan diguyur hujan, ketiga temannya berpikir korban tidur di tempat lain. Mereka pun kembali ke penginapan.
Namun, hingga pukul 09.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke penginapan.
Mereka kemudian memberitahukan hilangnya korban kepada pengelola penginapan. Selanjutnya foto korban diunggah di grup Facebook Gili Pedia.
“Kita tunggu hasil otopsi pihak RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Gufron. (ton/r1)
Editor : Marthadi