Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Butuh Waktu Tujuh Tahun Bebas Frambusia, Pemda KLU Terima Penghargaan  dari Kemenkes RI

nur cahaya • Sabtu, 9 Maret 2024 | 14:25 WIB
Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu membawa piagam penghargaan yang didapatkan Pemda KLU dari Kemenkes RI.
Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu membawa piagam penghargaan yang didapatkan Pemda KLU dari Kemenkes RI.

LombokPost-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan karena dinilai telah berhasil melakukan penanganan terhadap penyakit Frambusia di masyarakat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin kepada Bupati H Djohan Sjamsu pada puncak peringatan Hari Penyakit Tropis yang Terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (6/2). Frambusia ialah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.

Bupati Djohan menyampaikan penghargaan dan sertifikat sebagai tanda pencapaian besar dalam upaya pemberantasan penyakit menular khusnya frambusia. Lombok Utara menjadi salah satu dari 99 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan bebas atau nol frambusia.

"KLU menerima sertifikat karena turut melakukan komitmen pembebasan frambusia,"tuturnya.

Penghargaan yang diberikan patut dipertahankan karena adanya penyakit menular di masyarakat disebabkan oleh pola hidup di lingkungan masing-masing.

"Oleh karena itu saya mengajak agar tetap menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih," ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinkes KLU I Nyoman Sudiarta menuturkan KLU dalam kurun waktu 7 tahun sudah mampu menghapus kasus yang diakibatkan dari frambusia. Hal tersebut dibuktikan dari hasil skrining yang dilakukan dilapangkan baik masyarakat maupun pada siswa sekolah oleh Dinas Kesehatan. Upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan frambusia di KLU dengan mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

"Atas dasar itulah turun Kemenkes melakukan penilaian pada tahun 2023, dimana dari dokumen hingga fakta lapangan yang didapatkan membuktikan bahwa KLU itu bebas frambusia,"tuturnya.

Sebelumnya dalam sambutannya Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejumlah wilayah di Tanah Air masih terdapat penyakit Frambusia yang menjamur di beberapa daerah. Hal tersebut menandakan masih lemahnya penanganan dalam persoalan penyakit menular di Indonesia.

“Kami di Kemenkes menargetkan pada tahun 2027, negara Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit frambusia,” kata Menkes.

Dalam mencapai target diperlukan kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak baik dari pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat. Yang peran aktif dalam menyosialisasikan dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit frambusia.

“Kami memberikan sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada daerah-daerah yang telah bebas Frambusia agar kabupaten/kota lain tentunya bisa termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit Frambusia ini,” tuturnya. (nur)

Editor : Rury Anjas Andita
#Bebas #Kemenkes #KLU #penghargaan #frambusia