Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Demi Maju Sebagai Cabup Lombok Utara, Putra Bupati Djohan Siap Mundur dari ASN

Galih Mega Putra S • Jumat, 3 Mei 2024 | 13:42 WIB
TERIMA: Kusmalahadi Syamsuri (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran di PKB Lombok Utara, beberapa hari lalu
TERIMA: Kusmalahadi Syamsuri (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran di PKB Lombok Utara, beberapa hari lalu

LombokPost-Kusmalahadi Syamsuri resmi mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon bupati (cabup) untuk Pilkada Lombok Utara.

Putra sulung Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu ini mendaftarkan diri di dua partai, yakni Partai Demokrat dan PKB.

Pria yang akrab disapa Kus ini mengatakan, terdorong ikut berkontestasi karena ingin ikut membangun daerah dengan melanjutkan estafet pembangunan yang sedang dilakukan orang tuanya.

”Jadi yang menginisiasi saya mencalonkan diri sebagai bupati tentu karena kita sebagai putra asli daerah ingin melihat Lombok Utara ini lebih baik dan kuat lagi. Apa yang sudah dilakukan pemerintah hari ini tentu harus kita lanjutkan,” ujarnya usai mendaftarkan diri di kantor DPC PKB KLU.

Kus mendaftar di dua partai dengan harapan agar kedua partai ini bisa memberikan rekomendasi pada dirinya.

Berkas yang menjadi persyaratan pendaftaran juga sudah dilengkapi dan sudah diserahkan langsung.

 ”Mudahan-mudahan setelah ini bisa segera keluar rekomendasi itu dan kita juga tetap mengikuti mekanisme yang diberlakukan partai,” katanya. 

Menurut Kus, dalam masa kepempimpinan Djohan Sjamsu masih banyak pekerjaan besar yang sedang berjalan.

Salah satunya seperti pembangunan jalan dari Kecamatan Tanjung hingga Bayan.

Meski mengunakan anggaran dari pusat, namun jika pemkab tidak melaporkan kondisi jalan tersebut, tentu pusat tidak akan mengetahuinya.

Untuk itu, apapun hasilnya yang dikerjakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan lobi yang dilakukan pemkab ke pemerintah pusat. 

Kus menegaskan dirinya tidak hanya mendaftar di dua partai, pihaknya juga akan mendaftarkan diri ke partai lainnya.

Mengenai statusnya sebagai ASN, Kus mengaku saat ini sedang mengambil cuti.

Kendati jika dihitung masa pensiunnya masih 11 tahun lagi namun Kus menyatakan siap mundur sebagai ASN karena keinginan membangun daerah.

”Memang selama proses ini, berdasarkan aturan di KPU, kita harus mundur sebelum penetapan calon nanti. Jadi posisi sekarang ini masih dan sedang cuti,” terangnya.

Sementara itu, Sekertaris DPC PKB Lombok Utara Ada Malik mengatakan saat ini sudah ada dua bakal calon bupati yang mendaftar ke PKB.

Sebelumnya adalah Dr TGH L Muchsin Muhtar Efendi dan Kusmalahadi Syamsuri.

”Alhamdulillah kita sampaikan ini adalah calon bupati kedua yang  menyerahkan formulir ke PKB,” ujarnya.

Ada menegaskan semua calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar ke PKB akan diperlakukan sama.

Sebab partai hanya diberikan dua tugas, yakni menentukan desk pilkada dan menjaring bakal calon bupati maupun wakil bupati.

Selanjutnya, partai melaporkan hasil desk pilkada ke DPD PKB yang selanjutnya nanti akan diteruskan ke DPP PKB.

”Untuk hasil siapa yang rekomendasi partai, pihaknya menegaskan itu adalah kewenangan DPP bukan DPC,” katanya. 

Malik menambahkan stigma orang tentang PKB pecah itu tidaklah benar.

Saat ini PKB tetap satu dan utuh, tidak ada PKB satu, dua bahkan tiga.

Saat ini PKB diketuai Djohan Sjamsu dan dirinya menjabat sebagai sekretaris. 

”Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada saudara Kusmalahadi. Ini adalah fase awal, sisanya nanti DPP,” pungkasnya. (nur/r12)

Editor : Kimda Farida
#bupati #KLU #Pilkada