Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antisipasi Keamanan, Seluruh Kecamatan Diidentifikasi Rawan

nur cahaya • Selasa, 26 November 2024 | 16:45 WIB

 

SIAPKAN PENGAMANAN: Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro mengecek kesiapan personil untuk pengamanan pilkada, di halaman Mapolres, beberapa waktu lalu. IST/LOMBOK POST
SIAPKAN PENGAMANAN: Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro mengecek kesiapan personil untuk pengamanan pilkada, di halaman Mapolres, beberapa waktu lalu. IST/LOMBOK POST
 

LombokPost-Polres Lombok Utara telah mengidentifikasi tingkat kerawanan di hari pencoblosan nanti. Aparat keamanan ini menyebut, hampir di semua kecamatan memiliki tingkat kerawanan. ”Untuk titik rawan hampir ada di semua tempat dan kecamatan,” kata Kabagops Polres KLU AKP Fatoni.

Misalnya di Kecamatan Pemenang. Fatoni menyebutkan ada potensi terjadinya gesekan antar pendukung. ”Khususnya di Pemenang Barat itukan ada dua calon yang berasal dari lokasi tersebut,” katanya.

Karena itu, pihaknya meyebutkan ada potensi kerawanan yang perlu diantisipasi. Untuk mencegah terjadinya masalah di hari pencoblosan atau setelah pencoblosan, Polres menerjunkan lebih banyak personel. ”Penebalan pengamanan kita sifatnya standby dari Brimob yang ada di Polsek,” jelas Fatoni.

Kerawanan tersebut bukan hanya karena adanya potensi gesekan antar pendukung. Pihak keamanan juga mengidentifikasi kerawanan karena faktor geografis. ”Misal di daerah pemenang inikan banyak ketinggian. Katakanlah TPS di dalam hutan, berarti kita ekstra untuk menjangkau wilayah tersebut,” jelasnya.

Kemudian dengan kondisi geografis yang demikian, ada kemungkinan blankspot atau kesulitan sinyal telekomunikasi. Karena itu, perlu ada langkah-langkah antisipasi. ”Tidak ada komunikasi itu juga bisa rawan dalam hal alam atau geografis,” imbuh Fatoni.

Polres juga memetakan kerawanan di Kecamatan Tanjung. Di kecamatan ini saat Pileg lalu, ada banyak caleg gagal. Ini dikhawatirkan ada upaya provokasi. ”Kita menghawatirkan memprovokasi masyarakat dengan membangun opini seolah-olah KPU dan Bawaslu tidak dipercaya, tidak jujur dan sebagainya,” jelasnya.

Kemudian di Kecamatan Gangga, pernah terjadi pembukaan segel suara sebelum pencoblosan. Yaitu terjadi ketika pileg lalu. ”Untuk di sekitar Bayan aman. Kayangan itu karena adanya petugas, seperti PPS yang mengarahkan masyarakat untuk memilih paslon tertentu, ini yang kita antisipasi,” pungkasnya. (bib/r12)

Editor : Pujo Nugroho
#pencoblosan #KLU #polres #tps #kerawanan