LombokPost-Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga saat ini belum jelas.
Jangankan terkait kapan dimulai, Pemda KLU bahkan belum tahu sama sekali teknisnya.
Bupati KLU Djohan Sjamsu menerangkan sejauh ini tak ada koordinasi apapun ke pemerintah daerah. Baik oleh pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya.
”Belum ada komunikasi makanan gratis ini. Nggak tahu, sampai hari ini belum ada laporan,” katanya kepada Lombok Post.
Karena itu, Pemda KLU belum mempersiapkan apapun yang berkaitan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu. Misalnya, pemda belum ada pembicaraan tentang pembentukan dapur.
"Kita hanya sudah melakukan pendataan terhadap peserta yang menerima,” ujarnya.
Bupati dua periode itu menilai, program makan gratis tidak mudah dilaksanakan.
Sebab, akan melibatkan banyak pihak. Sehingga menurutnya, perlu dikoordinasikan mulai sekarang.
”Berat ini. Bayangkan, berapa ribu orang yang mau disiapkan. Terus kemampuan pengusaha bagaimana,” tuturnya.
Pengusaha yang menyediakan bahan telur misalnya. Mereka tidak hanya akan menyediakan telur, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia.
”Harus punya mobil, pegawai banyak. Kelengkapan sarana-prasarana itu harus,” imbuh Djohan.
Dia memperkirakan saat ini masih dalam tahap persiapan.
Djohan juga memastikan Pemda KLU siap menyukseskan program MBG di Bumi Tioq Tata Tunaq.
”Bagaimanapun itu program nasional, harus kita dukung dan sukseskan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Adenan mengaku pihaknya juga 'buta' dengan program tersebut.
”Siapa yang ditunjuk, kemudian seperti apa pelaksanaannya, kami tidak tahu,” ujarnya.
Setidaknya saat ini sudah bisa diketahui lembaga pendidikan yang menjadi sampel.
Dia hanya menyampaikan kalau pihaknya sudah melakukan pendataan jumlah siswa yang menjadi sasaran program MBG.
”Data ada di bidang masing-masing. Ada yang di bidang PAUD dan Bidang Dikdas,” pungkasnya. (bib/r8)
Editor : Kimda Farida