LombokPost-Patung kuda di bundaran rest area Kayangan, Kecamatan Kayangan roboh pada Minggu (9/2). Ini diakibatkan karena hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kayangan Edi Kartono berharap kepada Pemda KLU untuk segera memperbaikinya. Sebab, patung kuda merupakan ikon dan simbol pembangunan, yang tidak hanya milik Kecamatan Kayangan, tetapi juga Kabupaten Lombok Utara.
”Ini memiliki nilai historis dan simbolis. Karena itu kita berharap patung ini dapat segera diperbaiki oleh pemerintah daerah agar tetap menjadi kebanggaan kami Desa Kayangan,” kata Edi Kartono
Harapan yang sama disampaikan salah satu warga Desa Kayangan Taufik. Dia juga meminta agar segera diperbaiki. Bila perlu dalam waktu dekat ini sudah dibuat kembali patung kuda yang baru. ”Kita khawatir dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Taufik mengaku, pada saat kejadian angin cukup kencang disertai hujan. Ketika itu patung kuda tersebut langsung roboh. Peristiwa robohnya patung kuda tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.
Terpisah, Kapolsek Kayangan Iptu Dwi Maulana Kurnia Amin membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengaku di waktu yang bersamaan juga terjadi pohon tumbang di beberapa tempat. ”Selain patung kuda ada sejumlah pohon tumbang akibat angin kencang,” jelasnya.
Pohon tumbang di Kecamatan Mayangan terjadi di lima titik berbeda. Pihaknya bersama anggota Pos Ramil Kayangan dan UPTD Damkar Kecamatan Kayangan dengan dibantu masyarakat setempat telah melakukan mengevakuasi.
”Kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Hindari berteduh dibawah pohon, reklame, tiang listrik dan kurangi kecepatan berkendara saat hujan deras dan angin kencang,” tandasnya. (bib/r8)
Editor : Pujo Nugroho