LombokPost-Jumlah anak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang tidak mengenyam pendidikan formal masih cukup tinggi. Berdasarkan data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, terdapat 924 anak yang sama sekali tak pernah duduk di bangku sekolah.
Kepala Dikbudpora KLU Adenan mengatakan itu belum termasuk anak putus sekolah. Anak drop out (DO) untuk jenjang SD tercatat 136 orang. Kemudian, jenjang SMP 221 anak. ”Sedangkan jumlah lulusan sekolah dasar yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya sebanyak 315 anak,” terangnya.
Dikbudpora juga mencatat ada 613 lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/sederajat. Adenan menjelaskan jumlah anak yang tidak sekolah, baik karena DO atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal, akan menjadi perhatian serius pemerintah. ”Kita berkomitmen menuntaskan permasalahan anak tidak sekolah di wilayah KLU,” ujarnya.
Bahkan, ini masuk dalam program 99 hari kerja bupati dan wakil bupati Lombok Utara. Sebagai upaya mengatasi masalah ini, Bupati KLU Najmul Akhyar telah melaunching Gerakan Sapu Bersih Drop Out (Saber DO), belum lama ini.
Adenan mengatakan saat ini pihaknya tengah memvalidasi data anak putus sekolah SD dan SMP. Termasuk juga anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi serta mereka yang sama sekali tidak pernah sekolah.
Selanjutnya, Dikbudpora akan menghimpun data anak-anak tidak sekolah di setiap dusun. Untuk mempermudah kerja tersebut, pemerintah berkoordinasi secara intensif dengan pihak sekolah melalui operator masing-masing. ”Kita juga akan koordinasi dengan pemerintah desa hingga kepala dusun,” cetusnya.
Dia menambahkan dalam mensukseskan program Saber DO melibatkan banyak pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, desa, dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. ”Program Saber DO hadir sebagai upaya komprehensif untuk mengidentifikasi, menjangkau, dan memberikan solusi bagi setiap anak yang terhalang untuk bersekolah,” katanya.
Bupati KLU Najmul Akhyar usai launching program Saber DO menyampaikan, ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi masa depan Lombok Utara. Dengan telah diluncurkan program tersebut, sekaligus menguatkan tekat dan semangat dalam melaksanakan pembangunan lima tahun ke depan.
”Seiring bertambahnya jumlah penduduk, maka persoalan pendidikan menjadi agenda penting. Tentunya persoalan IPM juga menjadi tantangan serius bagi kemajuan daerah ke depan,” kata Najmul.
Berbicara IPM, sektor pendidikan harus mendapatkan porsi penanganan serius. Karena itu, pemerintah daerah membuat terobosan baru melalui program Saber DO. ”Untuk mensukseskan program ini, sangat penting kolaborasi dengan semua pihak,” tutupnya. (bib/r8)
Editor : Pujo Nugroho