LombokPost – Kabar duka kembali datang dari Gunung Rinjani. Seorang wisatawan asal Malaysia berinisial RAG, 57 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh di jalur pendakian Torean saat melakukan perjalanan turun Gunung Rinjani.
Informasi ini disampaikan melalui akun media sosial resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (@btn_gn_rinjani).
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan pendaki berjumlah 23 orang, yang memulai pendakian melalui jalur Sembalun sejak tanggal 1 Mei 2025.
Setelah mencapai puncak atau kawasan atas Rinjani, rombongan tersebut memilih untuk turun melalui jalur Torean. Dalam perjalanan turun di jalur Torean inilah, korban mengalami kecelakaan dan terjatuh.
Saat kejadian, korban didampingi oleh Tour Leader rombongan dan tiga orang dari pihak Trek Organizer.
Menyusul laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari berbagai pihak segera bergerak cepat melakukan proses evakuasi.
Berdasarkan informasi dari BTNGR, tim evakuasi terdiri dari 10 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram (Basarnas Mataram), 8 personel Tim Emergency Medical Handling Center (EMHC), dan 11 personel Potensi SAR Lombok Timur.
Proses evakuasi korban dilaporkan berlangsung dengan koordinasi lintas pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan operasi.
Medan jalur Torean yang dikenal menantang dan memiliki jurang yang dalam menjadi kendala tersendiri bagi tim evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah korban telah berhasil dilakukan dari dasar jurang sedalam kurang lebih 80 meter pada pukul 10.30 Wita, Minggu (4/5/2025).
Jenazah korban saat ini sedang dalam perjalanan menuju pintu destinasi wisata pendakian Torean, dan selanjutnya akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses pemulasaran.
Kejadian tragis ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi para pendaki gunung.
Pihak BTNGR kembali mengimbau kepada seluruh wisatawan dan pendaki untuk selalu berhati-hati, mematuhi segala peraturan dan prosedur keselamatan yang berlaku, serta selalu mengikuti arahan dari pemandu gunung.
Kondisi jalur pendakian, terutama di area yang curam dan berjurang, memerlukan kewaspadaan ekstra untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang fatal.
Keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya wisatawan asal Malaysia tersebut.
Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas pendakian di alam terbuka. (nur)
Editor : Jelo Sangaji