LombokPost - Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar didorong untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung. Terutama di jajaran direktur dan dewan pengawas (dewas).
Desakan evaluasi ini disampaikan Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah. Dia beralasan, sejauh ini banyak persoalan yang belum mampu terselesaikan.
Mulai dari kepastian penyediaan air di Gili Trawangan, persoalan air di Gili Meno, serta capaian pelanggan yang belum memenuhi target.
Hakamah menerangkan, kontribusi terhadap PAD juga tidak optimal. Dividen dari penyertaan modal yang diberikan pemerintah sejauh ini hanya kembali untuk keperluan perusahaan itu sendiri.
”Setiap tahun ada penyertaan modal, namun target yang tercapai kecil,” ujarnya.
Politisi Gerindra itu berpendapat, direksi dan jajaran Dewas PDAM Amerta Dayan Gunung harus diisi orang yang profesional, kompeten.
Kemudian juga mampu menjembatani berbagai persoalan menyangkut air di kawasan gili.
Demikian juga dengan jabatan dewas. Hakamah berpendapat, idealnya jabatan itu tidak boleh diemban orang yang rangkap jabatan.
Dengan rangkap jabatan membuat tidak fokus terhadap tugas utamanya. ”Kalau pengawas ya jadi pengawas yang baik,” tegasnya.
Intinya, harus ada evaluasi di PDAM Amerta Dayan Gunung. Desakan serupa juga disampaikan tokoh pemuda KLU Andi Yamsa. Banyak instrumen kinerja perusda yang harus dinilai dalam beberapa tahun ini. ”Apakah mengalami peningkatan atau kemunduran,” katanya.
Tetapi dia meyakini, bupati sudah banyak melakukan kajian terkait hal itu. Misalnya soal target pelanggan. Sejauh ini target memang belum tercapai. ”Pasti bupati sudah tahu, dan ini akan jadi tolak ukur,” imbuh Andi.
Target pelanggan pada 2024 lalu 50 ribu. Akan tetapi capaiannya hanya 28 ribu pelanggan. Itupun banyak pelanggan yang nonaktif. ”Inikan penting ditelaah apa persoalannya,” tandasnya. (bib/r8)
Editor : Pujo Nugroho