Pria ini diketahui berinisial JM, asal Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (19/06).
Tim identifikasi dari Polres KLU langsung melakukan olah TKP begitu menerima laporan dari pihak keluarga korban.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta. melalui Kapolsek Khayangan Iptu Zainuddin membenarkan adanya dugaan bunuh diri itu.
Dia menerangkan, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Tetapi diduga kuat sengaja bunuh diri.
“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain luka akibat jeratan. Dugaan kuat sementara adalah murni gantung diri," terang Zainudin.
Motif bunuh diri tersebut mengarah karena korban memiliki masalah pribadi dan ekonomi.
Sebab, dari keterangan pihak keluarga, sekitar dua pekan lalu JM bercerai dengan istrinya. Sejak saat itu perubahan sikap.
Seperti selalu tampak murung, dan melamun sendiri. Dia bahkan sering mengungkapkan keinginan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Rentetan persoalan hidup yang dialami korban tersebut diduga dipicu karena masalah ekonomi.
Beberapa barang bukti telah diamankan. Di antaranya kain yang digunakan untuk gantung diri. Polisi juga telah meminta keterangan beberapa orang saksi
Baca Juga: Komisi II DPRD Lombok Utara Sidak di Gili Air, Antisipasi Overload Sepeda
Zainudin menerangkan, korban ditemukan telah meninggal dunia oleh keluarganya yang hendak mengantarkan makanan dan obat.
JM memang sedang kurang sehat. Saat masuk ke kamar korban, dia ditemukan dalam kondisi menggantung.
"Atas peristiwa tersebut dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah," kata Zainudin.
Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban . "Mereka menyatakan korban memang tengah mengalami tekanan batin cukup berat," pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam