G
Luar biasa, hal ini terjadi ditengah hotel di daerah lain mengalami ancaman PHK besar-besaran karena dampak efisiensi anggaran yang membuat tingkat hunian menurun drastis.
Sekertaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Vicky Hanoi Senin (16/6).
Baca Juga: Sosok Mutiara Annisa, Putri Anies Baswedan yang Berhasil Raih Beasiswa di Harvard University
Vicky Hanoi menyebutkan, kondisi hunian hotel di Lombok Utara masih bagus ditengah polenmik efisiensi anggaran pemerintah yang mengakibatkan sepinya kegiatan di hotel.
Bahkan menjelang datangnya musim high season pada Agustus ini, okupansi target hunian 90 persen bisa tercapai.
Keberadaan tiga gili Trawangan, Meno dan Air menjadi keunggulan tersendiri yang membuat hotel di Lombok Utara KLU tidak terkena dampak efisiensi anggaran. Penyebabnya karena pariwisata Lombok Utara memiliki pasar sendiri yang tak tergantung pada kegiatan pemerintah.
"Lombok Utara memiliki pasar utama langsung ke wisatawan domistik dan luar negeri, dan didominasi oleh wisatawan mancanegara yang melanjutkan perjalanan dari Bali," ungkap Vicky Hanoi.
Tak bisa dipungkuri, Lombok Utara tetap menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya turis mancanegara dari Bali.
Itu sebabnya PHRI berani memproyeksi tingkat hunian kamar hotel di destinasi wisata itu berkisar di angka 90 persen.
"Target ini realistis, mengingat sebentar lagi memasuki puncak musim ramai wisatawan," tambah Vicky Hanoi.
Sementara itu, untuk segmen meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), Lombok Utara memang tidak terlalu mengandalkan.
Saat ini, tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di Lombok Utara masih berada di angka 70-80 persen. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ada sedikit penurunan.
“Ada sedikit penurunan 5-10 persen pada musim ramai. MICE ini lebih terasa yang pasarnya korporat dan pemerintahan, kalau kita di Lombok Utara itu segmen leisure (wisatawan individu atau keluarga),” jelas Vicky Hanoi.
Namun efisiensi anggaran tetap berpengaruh pada wilayah mainland Lombok Utara yang memiliki fasilitas untuk MICE.
"Namun secara keseluruhan, bahwa kondisi pariwisata untuk segmen leisure di KLU masih aman dan stabil," Vicky Hanoi.
Makanya, untuk menjaga momentum dan terus menarik lebih banyak tamu, PHRI serta pelaku pariwisata dan masyarakat tetap bersinergi dengan pemerintah daerah melakukan promosi obyek wisata ke beberapa daerah maupun luar negeri.
Editor : Siti Aeny Maryam