Husnul Khotimah punya potensi besar menjadi penyanyi terkenal. Jadi seorang penyanyi memang sangat diidam-idamkan gadis tuna netra ini.
Puluhan pejabat yang duduk di kursi kehormatan langsung terkesima. Riuh tepuk tangan seketika bergemuruh di dalam ruangan itu. Beberapa orang di antaranya mengambil handphone dan merekam penampilan gadis 18 tahun itu.
Gadis tersebut bernama Husnul Khotimah. Dia merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Lombok Utara. Yang membuat orang-orang terkesima adalah suaranya yang cukup bagus saat bernyanyi.
Perempuan penyandang disabilitas tuna netra ini tampil dalam sebuah kegiatan yang digelar di Aula Bupati Lombok Utara belum lama ini. Ketika itu dia menyanyikan dua judul lagu.
Sulistianingsih, guru SLBN 2 Lombok Utara mengatakan Husnul memang kerap tampil di acara-acara tertentu. Termasuk juga ketika ada kegiatan pemerintahan. ”Pernah diajak oleh beberapa dinas,” terangnya.
Husnul bahkan pernah tampil di ajang lomba menyanyi tingkat nasional. Yaitu pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). ”Sudah dua kali tampil di tingkat nasional,” katanya.
Dua kali tampil di tingkat nasional itu masing-masing di Lampung dan Bangka Belitung. Sayangnya, di dua kompetisi tersebut gadis asal Desa Sukadana, Kecamatan Bayan itu gagal meraih hasil maksimal. ”Masih belum dapat juara,” cetusnya.
Sulis menerangkan Husnul memang ingin jadi penyanyi terkenal. Menurutnya, siswanya tersebut layak menjadi seorang penyanyi karena didukung dengan suara bagus. ”Perlu ada yang memfasilitas untuk pengembangan bakatnya,” tambahnya.
Husnul kini tinggal bersama orang tua angkatnya. Orang tua kandungnya sudah lama berpisah. Dia berharap bakat yang dimiliki Husnul terus berkembang.
Sehingga keinginannya menjadi penyanyi terkenal bisa tercapai.
Ketua Bhayangkari Cabang KLU Heny Agus Purwanta mengaku pertama kali bertemu dengan Husnul saat dirinya berkeliling ke SLB di KLU. Banyak hal luar biasa dari potensi anak berkebutuhan khusus yang ditemukannya.
Termasuk juga menemukan potensi yang dimiliki Husnul. Menurutnya, potensi ini harus ditangkap sebagai peluang untuk mengharumkan nama Lombok Utara. ”Butuh peran untuk mengorbitkan potensi yang dimiliki Husnul. Pemerintah harus hadir,” harapnya. (HABIBUL ADNAN, Lombok Utara/r8)
Editor : Siti Aeny Maryam