Beruntung, enam anak buah kapal (ABK) asal Bima berhasil selamat setelah terombang-ambing di laut selama lima hari.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. melalui Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya, S.H., M.I.Kom. menjelaskan, kapal KLM Karya Ilahi yang dinakhodai M. Saleh.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Bima pada Minggu (31/8) sekitar pukul 12.30 Wita.
Kapal itu membawa muatan garam tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Namun, pada Selasa (2/9) sekitar pukul 00.33 Wita, kapal dihantam ombak besar hingga tenggelam di tengah pelayaran.
Para ABK berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan styrofoam seadanya.
“Mereka bertahan di laut selama kurang lebih lima hari sebelum ditemukan nelayan,” kata Kapolsek Bayan Cipta Naya.
Enam korban tersebut ditemukan oleh nelayan bernama Ramdan Ali (38) saat melaut di perairan Bayan, Sabtu (6/9) pukul 10.30 Wita.
Para korban kemudian dievakuasi ke daratan melalui Pantai Kampung Baru, Dusun Plabasari, Kecamatan Bayan sekitar pukul 13.00 Wita.
Selanjutnya, mereka dibawa ke Puskesmas Bayan untuk mendapatkan perawatan medis.
Data Korban Selamat:
1. Malikul Ikram (27), Nelayan, Desa Sangiang, Wera, Bima
2. Fahrin (46), Desa Sangiang, Wera, Bima
3. M. Saleh (47), Nahkoda, Desa Sangiang, Wera, Bima
4. Muhamad Rizky Fadilah (25), Desa Pude, Kajuara, Bone, Sulsel
5. Taufiq (41), Nelayan, Desa Sangiang, Wera, Bima
6. Bani (60), Nelayan, Desa Sangiang, Bima (domisili Banjar Tengah, Kalsel)
Akibat peristiwa ini, kapal KLM Karya Ilahi tenggelam beserta muatan sekitar 350 ton garam. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.
Kapolsek Bayan menegaskan, pihaknya bersama warga segera melakukan evakuasi begitu menerima laporan adanya korban kapal tenggelam.
“Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Bayan. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan,” ujarnya.
Penyebab tenggelamnya kapal diduga akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Polisi mengimbau para nelayan dan pelaut agar selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan bersama.
Editor : Siti Aeny Maryam