Pemerintah desa bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara menggagas desa ini sebagai prototipe desa olahraga rekreasi atau sport tourism.
Gagasan ini tidak lahir begitu saja. Kabid Pemuda dan Olahraga Dikbudpora KLU Nasli menyebutkan bahwa ini sudah melalui kajian panjang.
Dari sini muncul kesepakatan menjadikan Desa Bentek prototipe desa olahraga rekreasi.
Olahraga rekreasi yang dimaksud bukan hanya olahraga populer.
Melainkan juga permainan tradisional yang selama ini masih hidup di masyarakat. Seperti tarian rakyat, permainan gangsing, dan lain sebagainya.
Tak terkecuali berbagai aktivitas santai yang biasanya menjadi bagian Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas).
Untuk langkah awal menjadikan Desa Bentek prototipe desa olahraga rekreasi, nanti akan diadakan event sepeda ontel yang melibatkan komunitas sepeda tua.
Saat ini Pemdes Bentek telah membentuk kelompok kerja (Pokja) olahraga rekreasi.
Pokja ini ditargetkan segera bergerak, baik menyukseskan event perdana maupun menyusun program kerja tiga tahun ke depan.
Kepala Desa Bentek Warna Wijaya optimis warganya mampu menghidupkan kembali tradisi olahraga wisata yang sempat redup.
”Di sini dulu pernah diselenggarakan paralayang, rivertubing, dan sepeda gunung," ujarnya.
Permainan tradisional seperti gangsing juga rutin dimainkan warga. Warna juga menekankan, Bentek bukan hanya punya kekayaan olahraga wisata, tapi juga potensi lain yang tak kalah menarik.
Sebut saja agrowisata, wisata hutan, hingga kuliner khas. Belum lama ini, Pemdes Bentek menggelar Bazar Forest Food, makanan berbahan dasar hasil hutan.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat.
Dengan paket lengkap itu, dia optimis Desa Bentek berpeluang tumbuh sebagai destinasi wisata alternatif di Lombok Utara.
Desa yang bukan hanya menjadi tempat singgah, tapi juga ruang rekreasi yang sehat, lestari, dan sarat nilai tradisi.
Editor : Siti Aeny Maryam