Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kapolres Lombok Utara Disambut Ritual Sakral di Senaru, Gowes Kamtibmas Jadi Ajang Harmoni Budaya dan Literasi

Marthadi • Minggu, 14 September 2025 | 11:42 WIB

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara menjalani rutual ada menyembek.
Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara menjalani rutual ada menyembek.
LombokPost — Suasana berbeda tampak saat Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Fitriani berkunjung ke Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Sabtu (13/9).

Tidak sekadar gowes santai, kegiatan Gowes Kamtibmas kali ini berubah menjadi momentum penguatan harmoni adat, literasi, kesehatan, dan keamanan.

Rombongan kapolres disambut hangat dengan prosesi adat sakral Menyembeq oleh tokoh adat Amaq Lokaq.

Ritual penyucian simbolik ini menjadi doa keselamatan sekaligus bentuk penghormatan bagi tamu kehormatan.

“Budaya adalah warisan mahal untuk generasi penerus, simbol kebesaran sekaligus alat pemersatu bangsa. Menjaga budaya bukan hanya tugas masyarakat adat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk Polri,” tegas Kapolres Agus.

Menurutnya, Gowes Kamtibmas merupakan program unggulan Polres Lombok Utara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Respons masyarakat luar biasa. Banyak kepala desa meminta kami segera berkunjung. Ini energi positif bagi kami untuk terus berinovasi dalam pelayanan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Polres membagikan 50 paket sembako serta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, khususnya lansia.

“Saya terharu bertemu lansia berusia 97 dan 90 tahun yang masih semangat ikut pemeriksaan. Itu menjadi refleksi dan motivasi bagi kami untuk menjaga kesehatan bersama anggota dan keluarga,” kata Kapolres.

Selain keamanan, Agus menekankan pentingnya literasi dalam mendukung pariwisata. “Keamanan mutlak dibutuhkan untuk menjamin aktivitas masyarakat dan wisatawan. Literasi diperlukan untuk inovasi pelayanan, pemasaran, dan pengembangan potensi daerah. Keduanya saling terkait dalam membangun desa wisata seperti Senaru,” ujarnya.

Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny. Heny Fitriani turut menyerahkan buku karyanya kepada warga Senaru.

“Tidak ada peningkatan SDM tanpa literasi. Literasi adalah jembatan ilmu. Karena itu, kami menjadikannya program unggulan selain penurunan stunting, pencegahan pernikahan dini, pencegahan kanker, hingga pemberdayaan UMKM dan difabel,” jelasnya.

Heny juga mengapresiasi prosesi adat Menyembeq. “Ini simbol kelestarian budaya di tengah modernisasi. Saya berharap 100 tahun ke depan tradisi ini tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

“Program Gowes Kamtibmas memperkuat keamanan desa wisata kami dari potensi kerawanan kriminalitas. Kehadiran Kapolres menyentuh langsung masyarakat hingga ke akar rumput,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyambutan adat Menyembeq adalah simbol doa keselamatan dari tokoh adat.

“Kami berharap sinergi keamanan, budaya, dan pariwisata terus terjaga. Sapta Pesona harus diwujudkan, karena rasa aman dan nyaman adalah aset utama pariwisata. Together, yes we can,” tegasnya.

Kunjungan Kapolres dan Ketua Bhayangkari ke Desa Wisata Senaru menjadi bukti pendekatan humanis Polres Lombok Utara. Tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga memperkuat literasi, kesehatan, dan kearifan lokal sebagai modal sosial membangun Lombok Utara.(*)

Editor : Marthadi
#literasi #Kapolres Lombok Utara #gowes kamtibmas #senaru #Adat