Yaitu buah manis hasil budidaya petani lokal yang disebut Kurma Rinjani atau Kurmari.
Yang membanggakan, Kurmari kini tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mulai menembus panggung internasional.
Beberapa waktu lalu pernah dipamerkan di Dubai dan masuk peringkat tujuh kurma terbaik dunia.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyebut Kurmari sebagai simbol keberhasilan daerah dalam mengembangkan sektor pertanian yang berdaya saing global.
“Alhamdulillah, Kurmari ini menjadi bukti bahwa Lombok Utara bisa menghasilkan produk unggulan yang tidak kalah dengan daerah lain,” ungkapnya.
Kata dia, berhasilan masuk peringkat tujuh kurma terbaik dunia membuka peluang besar bagi perekonomian KLU, yang tidak hanya menjadi buah konsumsi.
Tetapi juga membawa harapan besar sebagai komoditas ekspor yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Mudah-mudahan Kurmari bisa menjadi ruang perbaikan ekonomi masyarakat Lombok Utara, sekaligus mengangkat nama daerah di kancah internasional,” tambahnya.
Dalam beberapa kali perhelatan besar, Najmul kerap membawa Kurmari sebagai persembahan dan simbol kebanggaan daerah.
Seperti pada momen peringatan Hultah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang digelar di Pancor, Lombok Timur, Sabtu (13/9) lalu.
"Kita menyajikan Kurmari ini sebagai persembahan sekaligus memperkenalkan hasil bumi Lombok Utara kepada dunia,” ujar pria yang juga Ketua PD NWDI Lombok Utara itu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi menambahkan, pengembangan Kurmari dilakukan melalui budidaya terencana oleh petani.
Pengembangan oleh petani lokal mendapatkan dukungan penuh pemerintah daerah.
Hasilnya cukup membanggakan. Menurutnya, ini membuktikan bahwa tanah Lombok Utara memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan tanaman subtropis yang bernilai tinggi.
Tresnahadi menambahkan, beberapa waktu lalu rombongan DPD RI datang langsung untuk membuktikan potensi budidaya kurma. Di antaranya di Dusun Lande, Dusun Jugil, dan Dusun Telaga Maluku di Desa Sambil Bangkol, Kecamatan Gangga.
"Mereka datang untuk membuktikan sendiri informasi yang mereka terima bahwa kurma bisa tumbuh dan berbuah di KLU," ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam