Kabar baik ini datang setelah Komisi I DPRD KLU melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Selasa (17/9).
Rombongan Komisi I yang dipimpin Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah diterima Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo.
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut status aset pelabuhan yang ada di Kecamatan Pemenang itu sejak lama belum diserahkan kepada pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat melalui Kemendes PDTT berkomitmen untuk segera menyerahkan aset tersebut.
Kementerian memastikan proses administrasi penyerahan aset tersebut bisa rampung dalam waktu dekat.
”Alhamdulillah, ini kabar gembira untuk masyarakat Lombok Utara. Insya Allah sore ini atau besok surat penyerahan aset sudah bisa kita terima. Dengan demikian, pelabuhan ini bisa segera dimanfaatkan untuk menunjang konektivitas wisata tiga gili, Mandalika, dan destinasi lainnya demi peningkatan PAD,” ungkap Hakamah.
Pelabuhan Teluk Nara sendiri dibangun pada 2014 dengan anggaran lebih dari Rp 10 miliar. Meski fasilitas sudah berdiri sejak lama, hingga kini aset tersebut belum tercatat secara resmi sebagai milik Pemda KLU, sehingga penggunaannya terbatas.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan KLU Sazli Raiz menambahka, bahwa pemerintah daerah ingin memastikan status aset tersebut jelas.
Sebab, sudah cukup lama dokumen pendukung disiapkan. ”Termasuk dokumen sudah lengkap, tapi belum diserahkan ke daerah,” katanya.
Apalagi di pemerintah pusat sering terjadi pergantian jabatan dan perpindahan tempat kerja. Ini menjadi kendala pengusulan penyerahan aset. ”Sehingga secara teknis ada kendala dalam proses penyerahan,” jelasnya.
Menurut Sazli, dalam pertemuan itu Kemendes PDTT berkomitmen segera memproses pengusulan penyerahan aset.
Hal ini menjadi langkah konkret untuk memastikan pelabuhan benar-benar bisa segera dimanfaatkan.
Selain penyerahan aset, Sazli menekankan perlunya penambahan area pelabuhan sesuai dengan kebutuhan dan masterplan yang sudah ada.
Ia menilai, dermaga Teluk Nara memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang baru perekonomian daerah.
”Dermaga Teluk Nara menjadi harapan baru untuk peningkatan ekonomi, membuka tol laut yang menjadi lokomotif penggerak ekonomi, dan tentu UMKM akan bergerak,” ujarnya.
Editor : Jelo Sangaji