LombokPost - Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Melalui program Teras Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lobar memberikan pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah bagi kader PKK di sejumlah desa.
”Tujuannya agar ibu-ibu bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sayur-sayuran. Dengan begitu, kebutuhan dapur bisa dipenuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” ujar Kepala DKP Lobar Afgan Kusumanegara.
Afgan, dalam pelatihan tersebut, peserta diajari cara mengolah tanah menjadi pupuk, teknik menanam yang benar, hingga bagaimana merawat tanaman agar bisa tumbuh maksimal.
Sekitar 20 orang kader PKK Desa Cendimanik ikut serta dalam pelatihan ini.
Tidak hanya diberikan materi, peserta yang tergabung dalam beberapa kelompok juga langsung mendapatkan bantuan bibit sebanyak 250 bibit terong dan 250 bibit cabai untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Menurut Afgan, program ini bukan kali pertama digelar. Sebelumnya, DKP Lobar juga sudah memberikan pelatihan serupa kepada kelompok PKK Desa Kuripan Timur dan Desa Banyu Urip.
”Jadi saat ini sudah ada tiga desa yang kami latih. Kedepan, desa-desa lain juga akan mendapat giliran,” tegas mantan Camat Batulayar tersebut.
Ia menambahkan, pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman sayur bukan hanya sekadar menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memiliki dampak lebih luas.
Salah satunya adalah membantu mengendalikan inflasi, khususnya dari komoditas cabai yang sering menjadi penyumbang utama inflasi di daerah.
”Kalau masyarakat banyak menanam cabai sendiri, otomatis pembelian di pasar akan berkurang. Dengan begitu, harga cabai bisa stabil dan tidak mudah melonjak saat permintaan tinggi,” paparnya.
Selain cabai, masyarakat juga didorong untuk menanam berbagai sayuran lain seperti kangkung, sawi, hingga tomat.
Bahkan dalam jangka panjang, program Teras Pangan akan diarahkan pada diversifikasi pangan lokal.
Misalnya singkong, ubi, dan sudak sebagai alternatif pengganti beras.
Tujuan jangka panjangnya adalah menjaga ketahanan pangan sekaligus menghidupkan kembali pangan alternatif yang mulai ditinggalkan masyarakat.
”Kalau ini berjalan, keluarga akan lebih mandiri, inflasi bisa terkendali, dan ekonomi lokal ikut menguat,” tambah Afgan.
Ia berharap, masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing.
Lebih dari itu, mereka diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi tetangganya.
”Kalau satu orang mulai menanam, tetangganya melihat, pasti akan tertarik ikut. Dari situ gerakan ini bisa meluas,” jelasnya.
Bahkan, DKP mendorong warga memanfaatkan wadah sederhana yang ada di rumah.
Misalnya botol bekas, ember, atau barang lain yang selama ini dianggap sampah.
Dengan langkah ini, DKP Lobar optimistis kemandirian pangan di tingkat keluarga bisa terwujud.
”Kalau keluarga bisa mandiri, otomatis kebutuhan daerah juga semakin terjamin. Itulah semangat dari Teras Pangan,” tutup. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida