Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPS 3R Pancor Mas Desa Montong Are Kediri Sulap Kotoran Ayam Bernilai Rupiah

Hamdani Wathoni • Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:47 WIB
KREATIF: Sejumlah pemuda mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk bernilai rupiah di TPS 3R Pancor Mas, Desa Montong Are, Kediri, Lombok Barat.
KREATIF: Sejumlah pemuda mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk bernilai rupiah di TPS 3R Pancor Mas, Desa Montong Are, Kediri, Lombok Barat.

LombokPost - Di tangan beberapa pemuda dan masyarakat Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, sesuatu yang sering dianggap limbah menjijikkan justru menjelma menjadi sumber berkah.

Dari luar, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Pancor Mas, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lobar terlihat sepi. Namun di belakang, aktivitas sejumlah pemuda di dalam TPS ini jarang disoroti. Di sini, kotoran ayam disulap menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang kini menjadi incaran banyak petani lokal.

TPS 3R Pancor Mas ini menjadi salah satu pusat pengolahan pupuk organik yang tumbuh dari inisiatif warga. Di baliknya, ada sosok Sumardi, Pembina Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pancor Mas, yang memimpin langsung proses pengolahan dengan semangat gotong royong.

Sumardi menjelaskan bahan baku utama yang digunakan berasal dari kotoran ayam petelur yang didapat dari peternakan sekitar. Harganya cukup terjangkau, berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per karung. Namun, nilai tambah baru muncul setelah proses panjang pengolahan.

”Kotoran ayam ini kami campur dengan trichoderma dan EM4, dua bahan pengurai alami yang berfungsi mempercepat proses fermentasi,” ujarnya.

Campuran ini disebut aktivator atau dekomposer yang membantu bahan organik terurai lebih cepat menjadi pupuk siap pakai. Setelah dicampur, bahan tersebut diendapkan selama seminggu. Proses ini memungkinkan mikroorganisme bekerja maksimal mengurai bahan organik.

Selanjutnya, hasil fermentasi itu diayak untuk memisahkan gumpalan besar dan menghasilkan tekstur halus. ”Kalau sudah selesai diayak, kami langsung masuk ke tahap pengemasan. Produk akhirnya berupa pupuk organik siap jual,” tambahnya sambil menunjukkan tumpukan karung pupuk yang tersusun rapi di gudang kecil.

Permintaan terhadap pupuk buatan TPS 3R Pancor Mas kini meningkat tajam. Para petani di Montong Are dan sekitarnya mulai beralih ke pupuk organik karena lebih ramah lingkungan dan mampu memperbaiki struktur tanah. ”Kadang kalau permintaan sedang tinggi, kami bisa kerja sampai jam 12 malam," kata Sumardi sambil tersenyum bangga.

Tingginya permintaan itu bukan hanya memberi keuntungan ekonomi, tapi juga membuka lapangan kerja baru. Sejumlah anak muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, ikut terlibat dalam proses produksi, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan. ”Mereka bisa belajar sambil bekerja. Ada yang bantu di bagian pengayakan, ada juga yang bantu jualan online,” ungkapnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#limbah #Kediri #Lombok Barat #TPS 3R #Montong Are #pupuk