Hal ini disampaikan Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, saat menerima kunjungan kerja Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
Bupati Najmul berpendapat, bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi daerah untuk berhenti bergerak.
Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk membangun kreativitas dan mencari sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Kata dia, dalam menyikapi efisiensi anggaran, dia telah membangun komitmen dengan seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi.
Baik dari sektor pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, maupun ekspor hasil bumi daerah.
Salah satu langkah nyata yang sudah dilakukan, adalah pelaksanaan business matching ekspor hasil bumi.
Seperti business matching ekspor cengkeh dan mete yang berhasil mencatat transaksi senilai Rp 11,2 miliar.
Najmul mengatakan, upaya ini menjadi bentuk konkret komitmen daerah dalam memperkuat ekonomi lokal di tengah keterbatasan fiskal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menghambat semangat untuk mencari solusi demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Najmul juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri ke Lombok Utara.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk bertukar gagasan dan memperdalam pemahaman tentang kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami mendapatkan banyak informasi dan masukan tentang kebijakan efisiensi anggaran agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Editor : Siti Aeny Maryam