Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Gili Diproyeksi Jadi Modeling Laut Bebas Sampah

Habibul Adnan • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 23:23 WIB

JADI CONTOH: Penanganan sampah di kawasan tiga Gili akan diintervensi pemerintah pusat melalui KKP
JADI CONTOH: Penanganan sampah di kawasan tiga Gili akan diintervensi pemerintah pusat melalui KKP
LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Gili Matra) menjadi wilayah laut bebas sampah.

Hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat, yaitu laut Indonesia bebas sampah pada tahun 2029.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Dr. Ahmad Aris.

Dia menjelaskan, untuk mencapai target laut Indonesia bebas sampah ini, KKP berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

“KKP memiliki program 2029 laut bebas sampah, meliputi pengelolaan sampah yang berasal dari muara sungai, pulau-pulau kecil, kawasan pesisir, pelabuhan, dan aktivitas laut,” jelasnya.

Ia menegaskan, Gili Matra akan dijadikan model pengelolaan sampah pulau kecil di Indonesia.

Ini karena kawasan tiga Gili merupakan wilayah konservasi dan pariwisata nasional. Langkah awal yang dilakukan adalah pemetaan data agar intervensi dan solusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Sebagai bentuk dukungan konkret, KKP akan memberikan bantuan alat insinerator yang telah lulus uji kelayakan.

Dengan alat tersebut, dia memastikan sampah di Gili Matra dapat terkelola lebih baik dan tidak lagi terjadi penumpukan ekstrem.

Melalui program ini, Gili Matra akan diarahkan menjadi kawasan zero waste dengan dua fokus utama.

Yaitu penanganan sampah lama yang tertumpuk dan pengelolaan sampah baru yang terus dihasilkan.

“Gili Matra akan menjadi contoh bahwa pariwisata dan konservasi bisa berjalan beriringan, tanpa meninggalkan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutup Ahmad Aris.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi atas dukungan KKP terhadap penanganan sampah di Gili Matra.

Dia menilai kehadiran kementerian menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air adalah aset terbesar yang dimiliki Lombok Utara.

Karena itu, Najmul menilai, permasalahan sampah di kawasan ini harus disikapi secara serius oleh semua pihak.

Najmul menambahkan, penanganan sampah di Gili Matra menghadapi berbagai kendala.

Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga manajemen pengelolaan.

Dia berharap dukungan KKP mampu memberikan jawaban konkret terhadap tantangan tersebut.

Editor : Siti Aeny Maryam
#wisata tiga gili #jadi contoh laut bebas sampah #Gili Meno #Gili Trawangan #Gili Air #gili tramena