Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tangis Haru Pecah saat Kapolres Lombok Utara Beri Kursi Roda untuk Warga Penderita Stroke di Bayan

Marthadi • Rabu, 5 November 2025 | 13:25 WIB

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menyerahkan kursi roda kepada Mistalip, warga Desa Batu Rakit, Bayan.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menyerahkan kursi roda kepada Mistalip, warga Desa Batu Rakit, Bayan.
LombokPost - Tangis bahagia Mistalip, 66 tahun, warga Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan, pecah saat Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menyerahkan kursi roda.

Bantuan itu menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat di pelosok Lombok Utara.

Di tengah pelaksanaan program Gowes Kamtibmas, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, menyerahkan bantuan kursi roda kepada Mistalip yang menderita kelumpuhan akibat stroke.

Suasana haru menyelimuti rumah Mistalip ketika bantuan diserahkan. Keluarga tak kuasa menahan air mata, menyaksikan wujud kepedulian Polri yang datang langsung ke pintu rumah mereka.

“Melihat tangis bahagia Bapak Mistalip menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berbagi manfaat bagi masyarakat Lombok Utara,” ujar AKBP Agus Purwanta, Sabtu (1/11).

Kapolres menjelaskan, Gowes Kamtibmas merupakan program unggulan Polres Lombok Utara untuk menyapa masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus memantau kondisi sosial dan keamanan secara langsung.

“Program ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengar masukan masyarakat dan menitipkan pesan kamtibmas agar warga turut menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan,” jelasnya.

Kunjungan di Desa Batu Rakit ini menjadi desa ke-24 dari total 43 desa yang menjadi sasaran Gowes Kamtibmas.

Dalam kegiatan itu, Polres Lombok Utara juga membagikan puluhan paket sembako dan membuka layanan kesehatan gratis bagi warga, termasuk lansia.

“Dari target 50 lansia, ternyata ada 76 yang hadir. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan sosial Polri,” tambahnya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta mengatakan, Bhayangkari turut hadir melengkapi kegiatan dengan berbagai program sosial dan edukatif.

“Kami melihat langsung kebahagiaan penerima kursi roda. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi bentuk kepedulian sosial yang meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kasus stunting di Desa Batu Rakit yang mencapai 84 balita — tertinggi di Lombok Utara.

“Kami ingin mengajak para ibu dan remaja perempuan aktif dalam gerakan cegah stunting, memperbaiki gizi keluarga, dan menghindari pernikahan dini,” tegasnya.

Bhayangkari terus berkolaborasi dengan Posyandu dan penggerak perempuan desa dalam membangun budaya hidup sehat.

Ny. Heny juga mengingatkan pentingnya penggunaan garam beryodium untuk mencegah penyakit gondok yang masih ditemukan di wilayah pedesaan.

Kepala Desa Batu Rakit, Rismana, mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. “Bantuan kursi roda sangat berarti bagi keluarga penerima. Kehadiran Polres dan Bhayangkari membuat kami merasa lebih dekat dengan Polri,” katanya.

Ia menilai Gowes Kamtibmas merupakan inovasi pertama sejak Lombok Utara mekar dari Lombok Barat.

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar desa-desa di Lombok Utara semakin berdaya dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tutupnya. (*)

Editor : Marthadi
#bantuan kursi roda #bhayangkari Lombok utara #Kapolres Lombok Utara #gowes kamtibmas #AKBP Agus Purwanta