Kabar gembira itu disampaikan langsung Bupati KLU Najmul Akhyar.
Najmul menerangkan, pemerintah pusat akan membangun 104 sekolah rakyat di Indonesia pada tahun depan.
Dia bersyukur karena salah satu di antaranya terdapat di Lombok Utara. “Alhamdulillah, 100 persen sudah dianggarkan untuk Kabupaten Lombok Utara” ujarnya.
Alokasi anggaran pastinya masih menunggu penyesuaian dari pemerintah pusat. Akan tetapi perkiraannya berada di angka Rp 250 miliar.
“Informasi terakhir sekitar Rp 250 miliar. Kepastiannya masih menunggu karena bisa ada perubahan di tahap finalisasi,” jelasnya.
Bupati Najmul berterimakasih atas kepercayaan pemerintah pusat.
Proyek pendidikan berskala nasional ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah dan masyarakat Bumi Tioq Tata Tunaq.
Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk putra-putri dari keluarga kurang mampu dengan sistem pendidikan berasrama (boarding school).
Konsepnya tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, serta penanaman nilai-nilai adat dan sopan santun.
Najmul menerangkan, ini harapan baru bagi masyarakat. Sebab, tak ada lagi anak Lombok Utara yang tidak bersekolah hanya karena alasan kurang mampu.
"Fasilitasnya lengkap, luas, dan seluruh biaya ditanggung pemerintah,” tegas Najmul.
Pemda KLU telah menyediakan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.
Sementara itu, anggota Komisi 3 DPRD KLU M. Darmaji Hasmar menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat.
Dia berharap, keberadaan sekolah rakyat ini bisa bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Lombok Utara.
Dia juga menyarankan agar mengakomodir siswa yang sesuai dengan ketentuan.
Yaitu dengan mengakomodir siswa dari kalangan masyarakat kategori miskin ekstrem maupun masyarakat miskin.
Kata dia, ini bisa menjadi investasi panjang memutus mata rantai kemiskinan.
Editor : Siti Aeny Maryam