Sejak Minggu (16/11) hingga Senin (17/11) lalu misalnya, di beberapa SPBU di KLU tak tersedia pertalite. Akibatnya, di SPBU yang masih ada stok pertalite terjadi antrean panjang.
Pengawas SPBU Tanak Song, Kecamatan Tanjung Sahdan membenarkan kondisi tersebut.
Dia mengaku, hal ini terjadi pekan lalu yang disebabkan karena pasokan BBM berkurang. ”Tapi sejak Senin sudah mulai normal. Begitu juga dengan SPBU yang lain, distribusi BBM kini sudah lancar dan pengiriman dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Sahdan menjelaskan di SPBU Tanaq Song biasanya menerima lima hingga enam kali pengiriman setiap minggu.
Akan tetapi pekan lalu hanya mendapat dua kali kiriman. ”Kami tidak tahu kenapa hanya dikirimi dua kali,” katanya.
Tetapi dia bersyukur saat ini distribusi sudah kembali normal.
Dia berharap, ke depan tidak ada lagi pengurangan jatah seperti yang pernah terjadi. ”Soal penyebabnya kami tidak tadi. Pasnya tanya ke depo,” cetusnya,
Dia mengaku, sebenarnya yang sempat langka adalah BBM jenis pertamax. Tapi kemudian berdampak kepada pertalite.
”Karena ternyata masyarakat yang biasa menggunakan pertamax itu banyak beralih ke pertalite,” jelas Sahdan.
Sebelum pasokan normal, sejumlah warga sempat mengalami kesulitan mendapatkan BBM pertalite.
Revan Purwandi, seorang warga KLU, mengaku tidak menemukan penjual bensin pertalite di pengecer. ”SPBU di Tanjung sampai Gangga kosong,” katanya.
Hal ini dialaminya pada Senin lalu. Dia sendiri harus menyedot bensin dari mobil salah satu rekannya untuk BBM sepeda motornya.
”Karena tidak mendapatkan BBM di SPBU maupun di pengecer,” tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji