Baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP dan Naker KLU Erwin Rahadi menyampaikan, realisasi tersebut telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD. Di mana targetnya sebesar Rp1 triliun.
“Sampai triwulan III, realisasi investasi mencapai Rp1,2 triliun atau 55 persen dari target nasional,” ujar Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa target investasi nasional yang dibebankan kepada KLU mencapai Rp1,8 triliun.
Pencapaian target 100 persen sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kesiapan internal investor.
“Kalau mengejar target nasional memang tidak bisa terkejar. Tetapi target kita dalam RPJMD sebesar Rp.1 triliun sudah tercapai,” jelasnya.
Erwin menerangkan, dari total realisasi Rp 1,2 triliun tersebut, investasi didominasi PMA sebesar Rp 303 miliar. Sedangkan PMDN Rp 175 miliar.
"Sektor pariwisata menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 86,37 persen," katanya.
Kemudian penyumbang investasi terbesar berikutnya sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Erwin menjelaskan, nilai investasi dari sektor ini sebesar 10,24 persen.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Pemenang menjadi magnet utama investasi. Terutama melalui objek wisata Tiga Gili dan pesisir pantai.
"Pariwisata di Pemenang menyumbang 93,35 persen dari total investasi, diikuti Kecamatan Tanjung sebesar 3,78 persen,” ujar Erwin.
Erwin mengakui ada beberapa penyebab pertumbuhan investasi di kawasan Tiga Gili mengalami perlambatan.
Salah satunya status kawasan konservasi. "Itu juga menjadi faktor penghambat masuknya modal baru," tutupnya.
Editor : Jelo Sangaji