Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengikuti Kegiatan Hari Disabilitas Internasional di Bayan. Ada Penampilan Talenta Disabilitas hingga Penampilan John Kursi Roda

Habibul Adnan • Jumat, 12 Desember 2025 | 14:21 WIB

SETARA: Suasana fun walk dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kecamatan Bayan
SETARA: Suasana fun walk dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kecamatan Bayan
LombokPost - Peringatan Hari Disabilitas Internasioanl tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Bayan. Ada beberapa rangkaian kegiatan memeriahkan acara tersebut.

Jalanan di depan Kantor Camat Bayan berubah menjadi ruang ekspresi yang penuh warna.

Dari kejauhan, tampak barisan anak-anak penyandang disabilitas bersama para pendampingnya berjalan perlahan sambil membawa papan-papan pesan berwarna cerah.

Di barisan paling depan, sekelompok anak memegang spanduk besar bertuliskan “Hari Disabilitas Internasional 2025 dengan tema, Setara, Berkarya, Berdaya Tanpa Batas.”

Di antara mereka, seorang anak laki-laki yang duduk di kursi roda tampak memegang tepi spanduk dengan mantap.

Tatapannya lurus dan percaya diri, seakan ia ingin mengatakan bahwa dirinya sama berhaknya atas ruang dan kesempatan seperti siapa pun.

Tepat di belakangnya, para peserta lain membawa papan-papan berbentuk awan dan bulat dengan tulisan-tulisan yang penuh semangat.

Di tengah barisan, seorang anak mengangkat papan bertuliskan “Ayo Dukung Anak Kami.”

Tak jauh darinya, peserta dewasa tersenyum sambil membawa pesan “Berikan Akses Mudah.” Warna papan—kuning, hijau, ungu, hingga oranye—menjadikan pawai ini seperti parade harapan yang bergerak maju bersama.

Itu adalah Fun Walk yang menjadi rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Lombok Utara yang digelar pada Minggu (7/12) di Kecamatan Bayan.

Sebanyak 250 peserta hadir, mulai dari anak penyandang disabilitas, keluarga, pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga masyarakat umum.

Kecamatan Bayan dipilih sebagai lokasi peringatan karena jadi wilayah dampingan Wahana Visi Indonesia dan LombokCare.

Di sini jumlah anak disabilitas juga cukup tinggi, dengan program intervensi sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.

Setelah pawai, peserta menuju area pameran karya dan dokumentasi pendampingan anak disabilitas. Di situ sudah terpajang karya-karya hasil lukisan anak disabilitas.

Ketua Yayasan LombokCare Apip Sutardi menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan bentuk transparansi sekaligus apresiasi atas proses pendampingan setahun terakhir.

Dia mengaku telah memberikan pembekalan melukis dengan media kanvas.

hasil dari pembinaan itulah yang ditampilkan. Selain itu, ada dokumentasi terapi dengan berbagai alat dan teknik yang telah diberikan.

Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan adalah cerita tentang usaha, konsistensi, dan bakat yang tumbuh perlahan.

Suasana semakin hangat ketika berbagai penampilan talenta disabilitas mulai dipertontonkan.

Ada yang bernyanyi dengan suara lantang, ada yang membaca puisi dengan penuh penghayatan, sementara lainnya menunjukkan bakat yang tak kalah luar biasa.

Sorakan peserta memuncak ketika John, musisi disabilitas dengan kursi rodanya, tampil membawakan beberapa lagu.

Suaranya memenuhi ruangan, menggetarkan dan menginspirasi.

Apip menerangkan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi, advokasi, sekaligus wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengekspresikan diri. Sarana untuk menunjukkan potensi mereka.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Hari Disabilitas Internasional 2025 #hari disabilitas di Lombok Utara #Lombokcare #hari disabilitas internasional di bayan