Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mendes Yandri Susanto Sebut Kopdes dan Program MBG Dorong Gizi dan Perekonomian Warga Lokal

Hamdani Wathoni • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:13 WIB
BERI KETERANGAN: Mendes PDTT Yandri Susanto (tengah) didampingi Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini dan anggota DPR RI Muazzim Akbar saat memberikan keterangan pers.
BERI KETERANGAN: Mendes PDTT Yandri Susanto (tengah) didampingi Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini dan anggota DPR RI Muazzim Akbar saat memberikan keterangan pers.

LombokPost – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto berkunjung ke Lombok Barat, Jumat (12/12).

Dalam kunjungannya, dia memaparkan dua program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.

"Dua program tersebut adalah Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelasnya.

Yandri menegaskan Kopdes merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo dan menjadi program wajib yang harus disukseskan seluruh perangkat desa. Menurutnya, Kopdes dirancang untuk membangkitkan ekonomi desa dengan mengoptimalkan berbagai potensi lokal yang selama ini belum terkelola maksimal.

"Kopdes harus menjadi tulang punggung ekonomi desa. Fungsinya menciptakan putaran ekonomi yang lebih hidup, baik dengan mendatangkan kebutuhan yang belum tersedia di desa maupun memasarkan produk unggulan desa ke luar," ujarnya.

Ia menekankan Kopdes bukanlah pesaing BUMDes. Keduanya justru harus berkoordinasi dan menjalin kerja sama agar seluruh alur ekonomi desa dapat berjalan lebih efisien. "Tidak perlu dibenturkan. Kopdes dan BUMDes itu tinggal disinergikan. Yang penting ekonomi desa bergerak," tegasnya.

Selain Kopdes, Yandri juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MPG) yang digagas pemerintah pusat. Program ini, kata dia, memiliki dua tujuan sekaligus yakni memperbaiki gizi anak Indonesia sebagai fondasi peningkatan kecerdasan. Di saat bersamaan membuka aktivitas ekonomi baru di desa.

Di balik penyediaan pangan bergizi seperti telur dan ayam untuk anak sekolah, terdapat potensi putaran usaha yang besar. Pemerintah menargetkan kebutuhan bahan pangan MPG disuplai langsung oleh desa, sehingga peternak, UMKM, hingga koperasi desa akan ikut merasakan dampak ekonominya.

"MBG itu bukan hanya soal makanan bergizi. Di balik itu ada kegiatan ekonomi luar biasa yang melibatkan desa sebagai penyedia. Jadi ekonomi tumbuh, anak-anak kita pun lebih sehat dan cerdas," jelas Yandri.

Ia berharap kedua program ini dapat berjalan paralel dan saling menguatkan sehingga desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi nasional. "Jika Kopdes hidup dan MPG berjalan baik, maka desa akan menjadi motor kemajuan Indonesia," pungkasnya. 

Sementara Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini mengatakan jika dirinya siap menindaklanjuti arahan Menteri Desa. Pemkab Lobar dikatakannya akan memberikan pendampingan dan pembinaan agar setiap desa memiliki program unggulan untuk menopang program MBG dan Kopdes

 "Memang itu sudah kami siapkan. Tentu, kami di Pemkab memang ingin manfaat Kopdes dan program MBG ini dirasakan manfaatnya sebesar-besarnya untuk masyarakat desa," jelas Bupati LAZ, sapaannya.

Terlebih, program pemerintah pusat ini selaras dengan program pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinan pasangan Bupati LAZ dan Wakil Bupati Nurul Adha yakni sejahtera dari desa.

Editor : Marthadi
#Lombok Barat #yandri susanto #Mbg #mendes #Kopdes